Assalammualaikum...

Ketika butuh sebuah bahan referensi, semoga Blog ini bermanfaat.. Wassalammualaikum

Selasa, 10 April 2012

STRATEGI INSTRUKSIONAL


I.     Pendahuluan
A.  Latar Belakang
Guru mempunyai cara atau strategi masing-masing di dalam menentukan urutan kegiatan instruksional yang akan dilakukan dalam  mengajar. Strategi yang dipilih berdasarkan keyakinan dan keberhasilan yang akan dicapai pada saat mengajar. Kemudian, strategi yang dipilih didasarkan atas intuisi, kepraktisan, atau mungkin pula atas dasar teori-teori tertentu agar pengajaran yang dilakukan di dalam kelas terstruktur dengan baik dan sesuai dengan kondisi kelasnya masing-masing.  Untuk itu diperlukan pemahaman strategi urutan kegiatan instruksional pada setiap mata pelajaran yang hendak diajarkan
Oleh karena itu, sebagai seorang guru, didalam proses mengajar dituntut profesionalitas. Aktifitas pengajaran adalah sangat penting, karena berkaitan dengan upaya mengubah, mengembangkan dan mendewasakan peserta didik. Aktifitas pengajaran yang dikelola secara terprogram, teratur, dan mengikuti prinsip-prinsip pegelolaan serta kaidah-kaidah pengajaran yang baik merupakan tuntutan yang semestinya terhadap pelaksanaan pengajaran. Dibutuhkan kemampuan dan keahlian didalam mengatur urutan kegiatan instruksional pada saat akan mengajar mata pelajaran yang akan disampaikan di kelas.
Kemampuan dan keahlian tersebut yaitu keberagaman dalam memvariasikan model, metode dan media  tersebut harusnya tetap memiliki pola atau standarisai agar dapat dikatakan baik. Terkait dengan bagaimana cara menyusun strategi instruksional yang baik inilah penulis angkat sebagai permasalahan pada makalah ini. Adapun strategi instruksional yang disusun berdasarkan strategi instruksional dalam model pengembangkan Instruksional  yang dikembangkan oleh Suparman (2004). Oleh karena itu, penulis mencoba menulis makalah dengan judul pengembangan strategi intruksional pada mata pelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen.
B.  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah “Bagaimana cara mengembangkan strategi instruksional untuk matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen?”.
C.  Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui cara mengembangkan strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen.
II.  Pembahasan
A.  Strategi Instruksional
Dick dan Carey mengatakan bahwa suatu strategi instruksional menjelaskan komponen-komponen umum dari suatu set bahan instruksional dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar yang akan dicapai.
Menurut Suparman (2004), bahwa strategi instruksional merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan peserta didik, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses instruksional untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditentukan. Penulis lebih cenderung pada pengertian yang diungkapkan oleh Suparman.
Dari beberapa pendapat ahli tersebut diatas, maka penulis bisa menyimpulkan bahwa strategi instruksional adalah perpaduan urutan-urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran, peserta didik, peralatan dan bahan ajar, serta waktu yang digunakan dalam proses instruksional untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditentukan.
B. Komponen dan Subkomponen Pengembangan Strategi Instruksional
Menurut  Suparman (2004)  terdapat empat komponen utama strategi instruksional yaitu, urutan kegiatan, metode, media dan waktu. Sedangkan Dick dan Carey dalam suparman  (2004) mengatakan terdapat   lima komponen  dalam  strategi  instruksional yang terdiri: Kegiatan pra-instruksional, penyajian informasi, partisipasi  siswa, tes, dan tindak lanjut.
C. Komponen Urutan Kegiatan
Suparman (2004) mengatakan Komponen urutan kegiatan dalam strategi instruksional terdiri dari pendahuluan, penyajian dan penutup.
Subkomponen pendahuluan merupakan kegiatan awal dari kegiatan instruksional  dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar secara mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru. Sub komponen pendahuluan  terdiri dari tiga langkah berikut:
1.    Penjelasan singkat tentang isi pelajaran
Pada babak permulaan pelajaran, peserta didik ingin segera mengetahui apa yang akan dipelajari , keinginantahuan tersebut akan terpenuhi bila pengajar menjelaskan secara singkat, sehingga pada fase ini peserta didik telah mendapat gambaran secara global tentang isi pelajaran yang akan dipelajari.
2.    Penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik
     Peserta didik akan cepat mempelajari sesuatu apabila dikaitkan dengan apa yang telah diketahui sebelumya, pada tahapan inilah peserta didik diberikan informasi mengenai relevansi kegiatan isi pelajaran yang akan dipelajarinya dengan pengetahuan, keterampilan atau sikap yang telah dikuasainya.
3.    Penjelasan tentang tujuan instruksional.
        Pada tahapan ini peserta didik akan mendapatkan informasi mengenai tujuan instruksional yang dikuasai peserta didik setelah mendapatkan pembelajaran. Pengetahuan tentang tujuan instruksional akan meningkatkan motivasi peserta didik selama proses belajarnya.
Sub komponen penyajian merupakan inti dari  pengajaran yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik. Didalam sub komponen penyajian terdiri dari tiga langkah, yaitu:
1.      Uraian
            Uraian merupakan penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep, prinsip, dan prosedur yang akan dipelajari siswa
2.      Contoh
            Contoh adalah benda atau kegiatan yang terdapat dalam kegiatan siswa sebagai wujud dari materi pengajaran yang sedang diuraikan
3   Latihan
              Latihan merupakan kegiatan siswa dalam rangka menerapkan konsep, prinsip, atau prosedur yang sedang dipelajarinya kedalam praktik yang relevan dengan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Sub komponen penutup adalah urutan kegiatan terakhir dari kegiatan instruksional. Sub komponen penutup terdiri dari dua langkah yaitu:
1.      Tes formatif dan umpan balik
Tes formatif adalah satu set pertanyaan untuk dijawab atau seperangkat tugas untuk dilakukan untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik setelah menyelesaikan suatu tahapan pelajaran.
2.      Tindak lanjut.
Tindak lanjut merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik setelah melakukan tes formatif dan umpan balik. Peserta didik yang telah tuntas belajar akan melanjutkan ke bagian pelajaran selanjutnya, dan peserta didik yang belum tuntas harus mengulangi isi pelajaran tersebut dengan menggunakan bahan instruksional yang sama atau berbeda.
Gagne dan  Briggs  (1979) dalam Suparman (2004)  menyebutnya sebagai  sembilan urutan kegiatan instruksional, yaitu :
1.         Pemberian motivasi atau menarik perhatian;
2.         Penjelasan TIK;
3.         Mengingatkan kompetensi prasyarat;
4.         Pemberian stimulus (masalah, topik, konsep);
5.         Memberikan petunjuk belajar;
6.         Menimbulkan penampilan siswa;
7.         Umpan balik;
8.         Penilaian  penampilan
9.         Menyimpulkan
Sebagian pelajaran hanya menggunakan beberapa urutan kegiatan instruksional diantara urutan kegiatan tersebut, tergantung pada karakteristik mahasiswa dan perilaku yang ada dalam tujuan instruksional. Pengurangan dari Sembilan urutan tersebut masih dimungkinkan sepanjang alas an secara rasional jelas.
D.   Komponen Metode Instruksional
Komponen metode instruksional terdiri dari beberapa metode yang digunakan dalam setiap langkah pada urutan kegiatan instruksional. Setiap langkah mungkin menggunakan satu atau beberapa metode atau mungkin pula setiap langkah menggunakan metode yang sama. Tidak semua metode instruksional sesuai untuk digunakan dalam mencapai tujuan instruksional tertentu. Oleh karena itu, seorang pengembang instruksional  harus memilih metode yang sesuai untuk setiap TIK yang ingin dicapai. Metode-metode yang dapat digunakan antara lain Metode  instruksional berfungsi sebagai cara dalam menyajikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
Berbagai metode yang digunakan dalam kegiatan instruksional antara lain:
1. Metode Ceramah
Metode ceramah berbentuk penjelasan pengajar kepada siswa dan biasanya diikuti dengan Tanya jawab tentang isi pelajaran yang belum jelas.
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
1.         Guru mudah menguasai kelas.
2.         Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
3.         Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
4.         Mudah dilaksanakan
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
1.        Membuat siswa pasif
2.        Mengandung unsur paksaan kepada siswa
3.        Mengandung daya kritis siswa
4.        Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak
didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
5.        Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
6.        Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
7.        Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
2. Metode  Demonstrasi
Metode  Demonstrasi digunakan untuk mendemontrasikan penggunaan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan sesungguhnya. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Kelebihan  dari metode demonstrasi adalah:
1.   Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan
2.   Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari
3.   Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri
siswa.
4.    Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut:
5.    Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja
suatu benda.
6.    Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
7.    Kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki melalui pengamatan  dan
contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya.
Kekurangan metode demonstrasi adalah anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan, kurangnya pemahaman siswa tentang kegunaan benda yang dipertunjukkan.
3. Metode Penampilan/praktik
Metode Penampilan/praktik berbentuk pelaksanaan praktik oleh siswa di bawah supervisi dari dekat oleh pengajar. Untuk menggunakan metode ini pengajar harus :
1.    Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama siswa berpraktik.
2.   Melakukan tindakan pengamanan sebelum kegiatan praktik dimulai untuk
keselamatan siswa dan alat-alat yang digunakan.
3.    Metode penampilan tepat digunakan bila :
4.    Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan.
5.    Kegiatan instruksional bersifat formal, latihan kerja, atau magang.
6.    Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajarinya ke
dalam situasi sesungguhnya.
7.    Kondisi praktik sama dengan kondisi kerja
8.    Dapat disediakan bimbingan kepada siswa secara dekat selama praktik.
9.    Keterbatasan penggunaaan metode penampilan adalah :
10.     Membutuhkan waktu panjang, karena siswa harus mendapatkan kesempatan berpraktik sampai baik.
11.     Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh, dan dipelihara secara terus menerus.
12.     Membutuhkan pengajar yang lebih banyak, karene setiap pengajar hanya dapat membantu sejumlah kecil siswa.
4. Metode Diskusi
Metode Diskusi adalah interaksi antara siswa dari siswa atau siswa dengan pengajar untuk menganalisis, atau memperdebatkan topic atau permasalahan tertentu. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
1.         Mendorong siswa berpikir kritis.
2.         Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
3.         Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan
masalah bersama.
4.         Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
  1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
  2. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
  3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
  1. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
  2. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
  3. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
 4.      Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal
5. Metode Studi Mandiri
Metode Studi Mandiri berbentuk pelaksanaan tugas membaca atau penelitian oleh mahasiswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini dilakukan dengan cara :
1.        Memberikan daftar bacaan kepada siswa yang sesuai dengan kebutuhannya.
2.        Menjelaskan hasil yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan studi mandiri.
3.        Mempersiapkan tes untuk menilai keberhasilan siswa.
4.        Penerapan metode ini adalah :
5.        Pada tahap akhir proses belajar.
6.        Dapat digunakan pada semua mata pelajaran.
7.        Menunjang metode pembelajaran yang lain.
8.        Meningkatkan kemampuan  kerja siswa.
9.        Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan.
10.    Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa
dicampuri siswa lain.
6. Metode  Kegiatan instruksional Terprogram
Metode  Kegiatan instruksional Terprogram  menggunakan bahan instruksional yang disiapkan secara khusus. Untuk menggunakan metode ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran tersebut.
  2. Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes. Respon yang harus dibuat siswa selama proses belajarnya dimaksudkan untuk membantu belajar, bukan untuk dijadikan dasar penilaian dalam mata pelajaran tersebut.
  3. Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila mengalami kesulitan.
  4. Secara periodik, siswa harus dicek kemampuannya untuk membuatnya benar-benar belajar.
Metode ini diterapkan untuk :
  1. Kurang mendapatkan interaksi sosial.
  2. Semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar siswa.
  3. Pelajaran formal, belajar jarak jauh, dan magang.
  4. Mengatasi kesulitan perbedaan individual.
  5. Mempermudah siswa belajar dalam waktu yang diinginkan.
Metode ini  memiliki kelemahan sebagai berikut :
  1. Bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat siswa melalui urutan kegiatan belajar yang sama. Hal ini  membuat metode kurang fleksibel.
  2. Biaya pengembangan tinggi.
  3. Siswa kurang mendapat interaksi sosial.
7. Metode Latihan dengan Teman
Memanfaatkan seorang yang telah lulus dalam latihan tertentu untuk bertindak sebagai pelatih bagis eorang mahasiswa lain. Untuk menggunakan metode ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.      Mula-mula seorang siswa memperhatikan siswa yang lain yang telah mencapai
2.      tingkat lanjut dalam melaksanakan semua tugas di bawah supervisi pelatih.
3.      Setelah mengenal tugas tersebut, siswa dilatih dalam keterampilan
4.      melakukannya.
5.       Setelah lulus tes, ia menjadi pelatih untuk siswa berikutnya.
Metode ini dapat dilaksanakan apabila semua tahap yang membutuhkan latihan satu persatu dan latihan kerja, latihan formal dan magang.
Metode ini memiliki kelemahan sebagai berikut :
  1. Terbatasnya siswa yang dapat dilatih dalam satu periode tertentu.
  2. Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas.
8. Metode Simulasi
Metode ini menampilkan simbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses, kejadian, atau benda yang sebenarnya. Metode simulasi adalah metode yang diberikan kepada siswa, agar siswa dapat menggunakan sekumpulan fakta, konsep, dan strategi tertentu. Penggunaan metode tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi sehingga dapat mengurangi rasa takut. Metode simulasi cenderung lebih dinamis dalam menanggapi gejala fisik dan sosial, karena melalui metode ini seolah-olah siswa melakukan hal-hal yang nyata ada. Dengan mensimulasikan sebuah kasus atau permasalahan, seseorang akan lebih menjiwai keberadaannya.
Kebaikan metode simulasi antara lain adalah
1.    metode ini dapat mempelajari situasi yang nyata
2.    bisa membuat siswa belajar dari umpan balik yang datang dari dirinya sendiri
3.    bisa melatih siswa dalam mensimulasikan sesuatu sehingga siswa menjadi
 lebih berani
4.    siswa dapat lebih menggunakan sekumpulan fakta dan konsep.
 Kelemahan metode simulasi antara lain
1.      bagi siswa yang penakut penerapan metode ini menjadi hal yang tidak
menyenangkan sehingga enggan untuk bersimulasi
2.      sebaliknya bagi siswa yang pandai, dan yang senang berbicara cenderung
menguasai proses simulasi
3.      bagi siswa yang susah mengeluarkan pendapat hal ini merupakan, metode
yang paling menyusahkan.
9. Metode  Sumbang pendapat atau sumbang saran (Brainstorming)
Proses penampungan pendapat dari siswa tanpa evaluasi terhadap kualitas pendapat tersebut. Metode ini tepat digunakan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam mengajukan pendapatnya. Tetapi, metode ini dapat menimbulkan frustasi di kalangan siswa, karena mereka tidak menemukan konsensus pada akhir proses tersebut. Akan  tetapi guru dapat mengambarkan bahwa yang diminta adalah buah fikiran dengan alasan-alasan rasional.

10. Metode Studi kasus
Berbentuk penjelasan tentang masalah,kejadian, atau situasi tertentu, kemudian siswa ditugaskan mencari alternatif pemecahannya. Kesulitan penggunaan metode ini adalah :
1.    mendapat kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa.
2.    mengembangkan kasus sangat mahal.
11. Metode  Computer Assisted Learning (CAL)
Metode ini berbentuk suatu seri kegiatan belajar yang sangat berstruktur dengan menggunakan computer. Metode ini dapat digunakan pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Kesulitan penggunaan  metode ini :
1.    Pengembangan program CAL membutuhkan biaya tinggi dan waktu lama.
2.    Pengadaan dan pemeliharaan alat yang mahal.
12. Metode Insiden
Merupakan variasi dari metode studi kasus. Siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang kejadian atau peristiwa. Kelebihan metode ini dari metode studi kasus adalah siswa belajar menyusun dan menyelami masalah lebih dahulu sebelum belajar berpikir kritis untuk mencari pemecahannya.
13. Metode Praktikum
Berbentuk pemberian tugas kepada siswa untuk menyelesaikan suatu proyek dengan berpraktik dan menggunakan instrumen tertentu
14. Metode proyek
Berbentuk pemberian tugas kepada  semua siswa untuk dikerjakan secara individual. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa.
15. Metode bermain peran
Berbentuk interaksi antara dua atau lebih siswa tentang suatu topik atau situasi. Metode sosiodrama (role playing) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mendramasisasikan tingkah laku dalam hubungan social dengan suatu problem, agar peserta didik dapat memecahkan masalah sosial. Metode sosiodrama adalah metode yang bertujuan untuk mempertunjukkan suatu perbuatan dari suatu pesan yang ingin disampaikan dari peristiwa yang pernah dilihat. Metode ini juga menjadikan siswa menjadi senang, sedih, tertawa jika pemerannya bisa menjiwai dengan baik. Seringkah Anda melakukan?
16. Metode Seminar
Berbentuk kegiatan belajar bagi sekelompok siswa untuk membahas topik atau masalah tertentu.
17. Metode simposium
Mengetengahkan suatu seri ceramah mengenai berbagai kelompok topik dalam bidang tertentu.
18. Metode Tutorial
Berbentuk pemberian bahan belajar yang telah dikembangkan untuk dipelajari siswa secara mandiri dan kesempatan berkonsultasi secara perodik tentang kemajuan dan masalah yang dialaminya.
19. Metode Deduktif
Dimulai dengan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian disusul dengan penerapannya atau contoh-contohnya pada situasi tertentu. Metode ini tepat digunakan bila :
1.    Siswa telah  mengenal  atau telah mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.
2.    Yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antara pribadi, sikap, pemecahan, dan pengambilan keputusan.
3.    Pengajar mempunyai keterampilan mendengarkan yang baik, fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan, terampil mengulang pernyataan dan sabar.
4.    Waktu yang tersedia cukup panjang.
20. Metode  Induktif
Dimulai dengan pemberian berbagai kasus, fakta, contoh, atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip, kemudian, siswa dibimbing untuk berusaha keras mensintetis, menemukan, atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut. Metode ini tepat digunakan bila :
1.         Belum  mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari
2.         Isi pelajaran meliputi terminologi, teknis dan bidnag yang kurang
membutuhkan proses berpikir kritis.
3.         Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan
pembicara yang baik, serta waktu yang tersedia singkat.
E.  Komponen Media Instruksional
Kata media dalam “media pembelajaran” secara harfiah berarti perantara atau  pengantar; sedangkan kata pembelajaran diartikan sebagai suatu kondisi yang  diciptakan untuk membuat seseorang melakukan suatu kegiatan belajar”. Dengan  demikian, media pembelajaran memberikan penekanan pada posisi media sebagai  wahana penyalur pesan atau informasi belajar untuk mengkondisikan seseorang  untuk belajar. Dengan kata lain, pada saat kegiatan belajar berlangsung bahan belajar  (learning matterial) yang diterima siswa diperoleh melalui media.  Terjadinya belajar  bermakna ini tidak terlepas dari peran media terutama dari kedudukan dan fungsinya.  Secara umum media mempunyai kegunaan:
        1.       memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
        2.       mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
4.      menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan
sumber belajar.
5.      memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
visual,  auditori & kinestetiknya.
6.      memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan  persepsi yang sama.
Sebuah media yang efektif dan efisien serta menyenangkan tentu menjadi dambaan dan kebutuhan untuk pembelajaran, untuk mendapatkan media tersebut diperlukan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya dalam pemilihan media.
Terdapat beberapa pendapat dan cara dalam mengembangkan media, meskipun caranya berbeda-beda, namun ada hal yang sepakat bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada efektifitas program pembelajaran. Dalam hal ini tidak ada satu media yang sempurna, dengan kata lain dapat digunakan dalam semua situasi, semua karakteristik siswa dan semua mata pelajaran, namun media sifatnya kondisional dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan.
Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang fokusnya akan memperhatikan beberapa komponen, diantaranya :
1.      Instructional Goals, yaitu tujuan instruksional apa yang akan dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dari kajian Tujuan Instruksional Umum (TIU) atau Tujuan Instruksional Khusus (TIK) ini bisa dianalisis media apa yang cocok guna mencapai tujuan tersebut. Jika kita kaitkan dengan kurikulum berbasis kompetensi maka kita harus memperhatikan : standar kompetensi, kompetensi  dasar dan terutama indikator.
2.      Instructional content, materi pembelajaran, yaitu bahan atau kajian apa yang akan diajarkan pada program pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya, dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauhmana kedalaman yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangkan media apa yang sesuai untuk penyampaian bahan tersebut.
3.      Learner Characteristic, familiaritas media dan karakteristik siswa. Yaitu
mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan dikaitkan dengan karakteristik siswa, baik secara kuantitatif (jumlah) ataupun kualitatif (kualitas,  ciri, dan kebiasaan lain) dari siswa terhadap media yang akan digunakan.
4.      Media selection, adanya sejumlah media yang bisa diperbandingkan karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah media yang ada ataupun yang akan dikembangkan.
F.   Komponen Waktu
Komponen terakhir alam strategi instruksional adalah waktu. Waktu yaitu jumlah waktu dalam menit yang dibutuhkan oleh pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan kegiatan instruksional. Menghitung waktu sangat penting bagi pengajar, pengajar harus dapat membagi waktu untuk setiap langkah dalam pendahuluan, pennyajian, dan penutup.
Penentuan jumlah waktu bagi pengejar dan peserta didik pada setiap langkah urutan kegiatan instruksional merupakan suatu batasan bagi pengajar dan mahasiswa bahwa tujuab instruksional akan dapat dicapai bilamereka dapat memenuhinya. Karena walaupun tujuan instruksional sama metode dan media yang digunakan sama, tetapi penekanan jumlah waktu berbeda,  hasilnya dapat berbeda pula.
G.    Menyusun Strategi Instruksional
Penyusunan strategi instruksional haruslah berdasarkan tujuan instruksional yang akan dicapai sebagai kriteria utama. Disamping itu penyusunan juga harus mempertimbangkan engajar, waktu, biaya dan fasilitas.
Berikut ini akan diuraikan tahapan penyusunan strategi instruksional:
1.      Isilah nomor TIK yang strategi instruksional yang akan disusun. Ini berate
pengembang instruksional akan menyusun satu strategi instruksionaluntuk satu TIK.
2.      Kolom satu telah diisi dengan pendahuluan (berisi Deskripsi (D), Relevansi (R), Tujuan (T) atau sebaliknya), penyajian (berisi Uraian (U), Contoh (C), Latihan (L) atau sebaliknya) sesuai keinginan guru, dan penutup, pada kolom kedua diisi urutan kegiatan instruksional yang sesuai untuk menghasilkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tercantum pada TIK
3.      Kolom tiga diisidengan garis-garis besar materi yang akan diberikan oleh
pengajar dalam setiap urutan kegiatan. Kolom 4 disikan tentang metode yang digunakan, kolom5 tentang media yang akan digunakan, sedangkan kolom 6 tentang waktu yang dibutuhkan.







Tabel 1. Tabel Komponen Utama dan Subkomponen
dalam strategi instruksional

Urutan kegiatan instruksional
Metode
Media
Waktu

Pendahuluan
Deskripsi Singkat:
Relevansi:
TIK/Tujuan Pembelajaran:




Penyajian
Uraian:
Contoh:
Latihan:




Penutup
Tes Formatif:
Umpan Balik:
Tindak Lanjut:




H. Mengembangkan Strategi Instruksional Matapelajaran Ekonomi Kelas XII.IPS Pokok Bahasan Manajemen
            Setelah memahami uraian teori yang telah penulis kemukakan, maka penulis akan membuat  strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas xii.ips pokok bahasan manajemen yang dimulai dari merumuskan TIK, sebagai berikut


Tabel 1. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK 1                          : Menjelaskan pengertian badan usaha.
  Siswa dapat  menjelaskan pengertian  badan  usaha secara umum dengan runtut dan benar . Maka siswa paling sedikit benar 90% jika, diberikan soal jelaskan pengertian badan usaha.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
a.pengertian badan usaha
b.menjelaskan kesatuan yuridis dan ekonomis dalam badan usaha.

Ceramah

ambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Setiap lembaga yang sah di indonesia mempunyai izin yang disebut dengan memiliki badan hukum dan bertujuan mencari keuntungan serta  memberikan pelayanan kepada masyarakat
Ceramah
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat  menjelaskan pengertian  badan  usaha secara umum dengan runtut dan benar . Maka siswa paling sedikit benar 90% jika, diberikan soal jelaskan pengertian badan usaha

Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
a.pengertian badan usaha
b.pengertian kesatuan yuridis dan ekonomis
Ceramah dengan kombinasi Tanya jawab.
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Badan usaha yang ada di sekitar lingkungan siswa-siswi dan yang ada di indonesia.
Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
5
Latihan
Jelaskan pengertian badan usaha dan unsur kesatuan yang terdapat didalam pengertian badan usaha.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Berupa Quiz dengan pertanyaan jelaskan pengertian badan usaha secara runtut dan benar.
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
5
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan latihan berupa menjelaskan pengertian badan usaha beserta gambar badan usaha, yang didapat melalui surat kabar.
Ceramah dan Pekerjaan Rumah (PR)
Lembar kerja siswa
5
5
5


JUMLAH


50
50
50



















Tabel 2. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK 2                          : Menjelaskan jenjang manajemen.
Siswa dapat menjelaskan jenjang manajemen dengan runtut dan benar. Jika diberikan tes mengenai jelaskan jenjang manajemen, maka siswa paling sedikit benar 90%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
a.pengertian manajemen (manajemen sebagai seni, ilmu pengetahuan dan proses)
b.menjelaskan tingkatan manajemen.
c.menjelaskan tingkatan manajemen dalam organisasi (berdasarkan golongan).

Ceramah
Gambar tingkatan manajemen dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Di dalam manajemen organisasi seperti sekolah, perangkat desa ataupun organisasi lainnya mempunyai tingkatan manajemen yang bertujuan sebagai pembagian kerja yang jelas.
Ceramah
Gambar tingkatan manajemen dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat menjelaskan jenjang manajemen dengan runtut dan benar. Jika diberikan tes mengenai jelaskan jenjang manajemen, maka siswa paling sedikit benar 90%.
Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
a.pengertian manajemen (manajemen sebagai seni, ilmu pengetahuan dan proses)
b.menjelaskan tingkatan manajemen.
c.menjelaskan tingkatan manajemen dalam organisasi (berdasarkan golongan).
Ceramah
Tanya jawab
Gambar tingkatan manajemen dan buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Tingkatan manajemen yang ada di sekolah, OSIS dan ekstrkurikuler lainnya.
Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
5
Latihan
Jelaskan tingkatan manajemen yang dimulai dengan pengertian manajemen terlebih dahulu.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Berupa Quiz dengan pertanyaan Jelaskan tingkatan manajemen yang dimulai dengan pengertian manajemen terlebih dahulu.
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
10
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan latihan berupa menjelaskan pengertian manajemen  dan tingkatan dalam manajemen beserta buatlah gambar tingkatan dalam manajemen di karton, masing-masing kelompok 1 gambar.
Ceramah
dan tugas kelompok.
Lembar kerja siswa
Karton (tugas kelompok)
5
5
5


JUMLAH


50
50
50









Tabel 3. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK  3                         : Menjelaskan prinsip-prinsip manajemen.
Siswa dapat  menjelaskan prinsip-prinsip manajemen secara runtut dan benar. Jika diberikan tes mengenai prinsip-prinsip maanjemen, maka paling sedikit siswa benar 70%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
a. Pengertian prisip-prinsip manajemen
b.14 prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol.

Ceramah

buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Organisasi yang baik, mempunyai prinsip-prinsip atau petunjuk dalam melakukan manajemen agar menghasilkan sebuah keputusan yang baik bagi semua anggota organisasi
Ceramah
buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat  menjelaskan prinsip-prinsip manajemen secara runtut dan benar. Jika diberikan tes mengenai prinsip-prinsip maanjemen, maka paling sedikit siswa benar 70%.


Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
a.pengertian prinsip-prinsip manajemen.
b.14 Prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol.

Ceramah
Diskusi
buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Prinsip-prinsip dalam manajemen merupakan sebuah petunjuk dalam memutuskan sesuatu, agar sesuai dengan situasi yang sedang terjadi.
Contoh: pembagian kerja sesuai dengan kompetensi ijazah terakhir.
Diskusi
buku pelajaran ekonomi
5
10
10
Latihan
Jelaskan 14 prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol dengan bahasamu sendiri.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Berupa Quiz dengan pertanyaan jelaskan Jelaskan 14 prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol.
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
5
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan latihan berupa menjelaskan 14 prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol dengan bahasamu sendiri
Ceramah dan PR
Lembar kerja siswa
5
5
5


JUMLAH


50
50
60













Tabel 4. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK 1                          : Menjelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli.
Siswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli dengan runtut dan benar. Jika diberi tes, jelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut ahli, maka paling sedikit siswa benar 75%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
a.pengertian fungsi manajemen
b.menjelaskan  fungsi-fungsi manajemen menurut ahli.

Ceramah

buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka para manajer harus menerapkan fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan apa yang harus dilakukan.
Ceramah
buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli dengan runtut dan benar. Jika diberi tes, jelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut ahli, maka paling sedikit siswa benar 75%.

Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
a.pengertian fungsi manajemen
b.fungsi-fungsi manajemen menurut ahli
Ceramah
Tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Dalam kehidupan sehari-hari siswa-siswi mempunyai fungsi manajemen pribadi masing-masing dalam hal belajar seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan, agar mencapai tujuan dari belajar yaitu mendapat hasil belajar yang baik.
Ceramah kombinasi Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
5
Latihan
Jelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Berupa Quiz dengan pertanyaan jelaskan pengertian badan usaha secara runtut dan benar.
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
5
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan latihan berupa menjelaskan pengertian fungsi manajemen dan jelaskan fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli.
Ceramah dan PR
Lembar kerja siswa
5
5
5


JUMLAH


50
50
50
















Tabel 5. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK 5                          : Pengelompokkan badan usaha.
Siswa dapat  membuat pengelompokkan mengenai badan usaha. Jika diberikan tes mengenai tuliskan pengelompokkan mengenai badan usaha, maka paling sedikit siswa benar 70%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
                             3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
Pengelompokkan badan usaha
    1.berdasarkan kegiatan yang    
       dilakukan.
    2.berdasarkan kepemilikan modal.
    3.berdasarkan wilayah.
Ceramah
Kombinasi tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Agraris, ekstratif merupakan badan usaha berdasarkan kegiatan usahanya, dikarenakan kegiatan usahanya bergerak pada bidang pertanian dan pengambilan bahan baku dari alam.
Ceramah
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat  membuat pengelompokkan mengenai badan usaha. Jika diberikan tes mengenai tuliskan pengelompokkan mengenai badan usaha, maka paling sedikit siswa benar 70%.

Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
Pengelompokkan badan usaha
    1.berdasarkan kegiatan yang    
       dilakukan. (agraris, ekstratif,
       industri, perdagangan dan jasa)
    2.berdasarkan kepemilikan modal.
       (Badan Usaha Milik Swasta
       (BUMS), Badan Usaha Milik
       Negara (BUMN) dan Badan Usaha
       Campuran).
    3.berdasarkan wilayah (penanaman
       modal dalam negeri dan penanaman
       modal asing).

Ceramah
Tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Badan usaha agraris seperti PT.PN VII, ekstratif seperti PT.BA dan lain-lain
Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
10
Latihan
Pengelompokkan badan usaha
    1.berdasarkan kegiatan yang    
       dilakukan. (agraris, ekstratif,
       industri, perdagangan dan jasa)
    2.berdasarkan kepemilikan modal.
       (Badan Usaha Milik Swasta
       (BUMS), Badan Usaha Milik
       Negara (BUMN) dan Badan Usaha
       Campuran).
    3.berdasarkan wilayah (penanaman
       modal dalam negeri dan penanaman
       modal asing).
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Pengelompokkan badan usaha
    1.berdasarkan kegiatan yang    
       dilakukan. (agraris, ekstratif,
       industri, perdagangan dan jasa)
    2.berdasarkan kepemilikan modal.
       (Badan Usaha Milik Swasta
       (BUMS), Badan Usaha Milik
       Negara (BUMN) dan Badan Usaha
       Campuran).
    3.berdasarkan wilayah (penanaman
       modal dalam negeri dan penanaman
       modal asing).
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
5
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan PR berupa pengelompokkan badan usaha
    1.berdasarkan kegiatan yang    
       dilakukan. (agraris, ekstratif,
       industri, perdagangan dan jasa)
    2.berdasarkan kepemilikan modal.
       (Badan Usaha Milik Swasta
       (BUMS), Badan Usaha Milik
       Negara (BUMN) dan Badan Usaha
       Campuran).
    3.berdasarkan wilayah (penanaman
       modal dalam negeri dan penanaman
       modal asing).
.
Ceramah dan PR
Lembar kerja siswa
5
5
5


JUMLAH


50
50
50





Tabel 6. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK  6                          : Memberikan contoh peran badan usaha dalam perekonomian indonesia. Siswa dapat  memberikan contoh peran badan usaha    
  dalam perekonomian indonesia. Jika siswa-siswi diberikan tes mengenai peran badan usaha dalam perekonomian indonesia, maka
  paling sedikit siswa benar 70%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
                             3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
peran badan usaha dalam perekonomian indonesia (perang sebagai pembangunan ekonomi, komersial dan sosial).

Ceramah

Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Negara Amerika menjadikan suara para pengusaha dari badan usaha bergitu berperan, oleh karena itu di indonesia mencoba menjadikan pengusaha badan usaha mempunyai peran bagi negara.
Ceramah
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Memberikan contoh peran badan usaha dalam perekonomian indonesia. Siswa dapat  memberikan contoh peran badan usaha dalam perekonomian indonesia. Jika siswa-siswi diberikan tes mengenai peran badan usaha dalam perekonomian indonesia, maka  paling sedikit siswa benar 70%.

Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Penjelasan mengenai:
peran badan usaha dalam perekonomian indonesia (perang sebagai pembangunan ekonomi, komersial dan sosial).
Ceramah
Tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
15
5
10
Contoh
Badan usaha berperan sebagai pembangunan seperti membantu meningkatkan ekspor.
Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
10
Latihan
Tuliskan contoh peran badan usaha dalam perekonomian indonesia.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
10
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Berupa Quiz dengan pertanyaan Tuliskan contoh peran badan usaha dalam perekonomian indonesia
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
5
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan PR yaitu tuliskan peran badan usaha dalam perekonomian indonesia beserta contoh.
Ceramah
Lembar kerja siswa
5
5
5


JUMLAH


50
50
50

















Tabel 7. Strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen
Mata Pelajaran            : Ekonomi
TIK  7                         : Menguraikan fungsi manajemen dalam  pengelolaan badan usaha.
Siswa dapat  menguraikan fungsi manajemen dalam pengelolaan badan usaha. Jika siswa-siswi diberikan tes mengenai fungsi 
manajemen dalam pengelolaan badan usaha, maka paling sedikit siswa diharapkan benar 70%.
Kelas                           : XII.IPS

URAIAN
KEGIATAN INSTRUKSIONAL
METODE
MEDIA
WAKTU (DALAM MENIT)
GURU
SISWA/i
JUMLAH
1
2
                             3
4
5
6
7
8
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat
Lingkup pelajaran ini adalah:
Fungsi manajemen dalam pengelolaan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
Ceramah
Kombinasi tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
Relevansi
Fungsi manajemen di dalam pengelolaan badan usaha, agar badan usaha dalam menjalankan usahanya sesuai dengan tujuan yang telah dibuat.
Ceramah
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
5
-
5
TIK
Siswa dapat  menguraikan fungsi manajemen dalam pengelolaan badan usaha. Jika siswa-siswi diberikan tes mengenai fungsi  manajemen dalam pengelolaan badan usaha, maka paling sedikit siswa diharapkan benar 70%.

Ceramah
White board
5
-
5
PENYAJIAN
Uraian Materi
Fungsi manajemen dalam pengelolaan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Ceramah
Tanya jawab
Gambar badan usaha dan buku pelajaran ekonomi
15
5
20
Contoh
Dalam pengelolaan badan usaha, fungsi manajemen perencanaan adalah menentukan apa yang akan dikerjakan, dan strategi yang digunakan untuk menjalakan tugas.
Tanya jawab
Buku pelajaran ekonomi
5
10
15
Latihan
Uraikan fungsi manajemen dalam pengelolaan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Quiz
Lembar kerja siswa
5
20
25
PENUTUP
Tes Formatif dan umpan balik
Tes formatif:
Fungsi manajemen dalam pengelolaan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Umpan balik:
Mengidentifikasi kesulitan siswa-ssiwi dalam menjawab soal quiz dengan cara bertanya kepada siswa-siswi dan menjawab bersama-sama soal quiz tersebut.
Tanya jawab
Lembar kerja siswa
5
10
15
Tindak Lanjut
(follow up)
Setelah selesai Quiz, dilakukan reinforcement dengan memberikan PR mengenai fungsi manajemen dalam pengelolaan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Ceramah
Lembar kerja siswa
5
5
10


JUMLAH


50
50
100





III.   Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penulisan makalah ini  adalah cara mengembangkan strategi instruksional matapelajaran ekonomi kelas XII.IPS pokok bahasan manajemen terdiri atas tiga langkah sebagai berikut:
1.    Pendahuluan
a.       Deskripsi (D)
b.      Relevansi (R)
c.       TIK (T)
Urutan pada pendahuluan dapat disesuaikan dengan keinginan guru seperti DRT, RTD, dan TDR.
2.    Penyajian
a.       Uraian (U)
b.      Contoh (C)
c.       Latihan (L)
Urutan pada penyajian dapat disesuaikan dengan keinginan guru seperti UCL, LCU, dan ULC
3.      Penutup
a.       Tes formatif  dan Umpan balik
b.      Tindak lanjut












Daftar Pustaka

Afifudin, Nur.  2009. Pengembangan Strategi Instruksional.  Diunduh dari  http://begawanafif.blogspot.com/2009/02/pembg-str-inst.6-3-2012

Hernawan, dkk. 2006. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka

Kamas, didik. 2011. Pengembangan Strategi Instruksional. Diunduh dari http://www.scribd.com/doc/15508737/pengb-str-inst.8-3-2012

Suparman, atwi. 2004. Desain Instruksional.  Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar