Assalammualaikum...

Ketika butuh sebuah bahan referensi, semoga Blog ini bermanfaat.. Wassalammualaikum

Selasa, 10 April 2012

PERBANDINGAN SEMUA NEGARA DENGAN INDONESIA


PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI THAILAND DAN INDONESIA
SISTEM PENDIDIKAN TIDAK BERBEDA DENGAN INDONESIA
*(4 jenjang) prasekolah , primer grade 1-6, sekunder garde 7-9, tersier 3 tahun grade 10-12
*Wajib belajar SD 9 tahun, tinggi (perguruan tinggi)mahasiswa diberikan pengetahuan sesuai pengetahuan dan bakatnya melalui universitas negeri.
*pendidikan formal, informal
*mata pelajaran
Bahasa thai, matematika, science, ilmu social, agama dan kebudayaan, health and physical education, Art, career and technology. Dimasukkan pada UN berbeda dengan INDONESIA yang hanya mengujikan beberapa mata UJIAN saja.
*Dikelola oleh raja malanga. Mengenaia maslah tersendiri. Hanya mempunyai satu PENDIDIKAN KHUSUS, contoh seni pahat. Berbeda dengan
*Lisensi Profesional yang akan diberikan melalui pelatihan (berbeda dengan Indonesia, sertifikasi didapat setelah 5 tahun mengajar).
*80% guru harus menguasai Bahasa inggris dan ICT.
*standar gaji menduduki peringkat paling tinggi disbanding pegawai-pegawai lain.
*siaran TV edukasi agar siswa cakap melalui teknologi dan science.
*stara tinggi
S1 : 4 tahun
*JENJANG PENDIDIKAN : FOMAL, NON FORMAL, INFORMAL.

PERSAMAAN ANTARA PENDIDIKAN INDONESIA DAN THAILAND
1.      Jenjang pendidikan
2.      Usia siswa
3.      Belajar bahasa inggris
4.      Fasilitas pendidikan
5.      BSN
PERBEDAAN
1.      Evaluasi tahap akhir di Indonesia hanya pada maple tertentu
2.      Mata pelajaran tidak seberagam seperti yang ada di INDONESIA’
3.      Thailand mewajibkan bahasa thai untuk di pelajari
4.      Terdapat mata pelajaran Art, career and technology.













PENDIDIKAN INDONESIA DAN MALAYSIA
PENDIDIKAN INDONESIA
Pendidikan di Indonesia sesuai dengan UU.No. 20 th. 2003yang sesuai dengan falsafah pancasila dan UUD 1945.
Mengharapkan menjadikan peserta didik yang sesuai dengan imtak dan cakap.
Menurut KEPMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006
STANDAR ISI
Memuat kurikulum, beban belajar dan tingkat satuan pendidikan.
STANDAR PROSES
PERMENDIKNAS No.41 tahun 2007
Harus meliputi perncanaan proses, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian pembelajran, untuk terlaksananya pembelajran yang efktif dan efisien.
PENDIDIKAN MALAYSIA
Kurikulum di malaysia dikenal dengan nama AKTA 550
Pendidikan: usaha berterusan yang menyeluruh dan bersepadu untuk mewujudkan manusia seimbang jasmani dan rohani.
Tujuan: melahirkan masyarakat yang memebrikan sumbangan kepada masyarakat dan negara
SEKOLAH DASAR
Anak berusia 6 tahun diwajibkan menyekolahkan anaknya (jika tidak menyekolahkan anaknya maka akan dikenakan denda 5000 ringgit, atau 6 bulan kurungan)
PT
Hanya 3 tahun
PENGAJAR
Menteri Pendidikan di Malaysia berasal dari pendidikan.
Tenaga kependidikan sekolah dasar diwajibkan S2.
Didasarkan pada dibawah kementrian di raja malaysia (hanya digaji bulanan saja)
GURU terlatih (guru sandara) atau di Indonesia dikenal dengan PNS
Guru tidak terlatih hanya berkemampuan di bidang bahasa melayu atau bahasa asing
LEVEL 3 TINGKATAN GURU
  1. Asisten teacher 3 tahun
  2. Master teacher
  3. Senior teacher
STANDAR PEMBIAYAAN
Rp 187.000 per tahun
Dan dana lain diperoleh dari persatuan ibu bapak guru (25 ringgit).
Jika anak suda kelas 6 SD wajib membayar 70 ringgit jadi, selain itu juga pendidikan di malaysia juga bisa dipakai turun temurun.
BUKU sejak 2008 keluarga mampu ataupun tidak mampu, mendapat bantuan buku dari PEMERINTAH.



PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN THAILAND
THAILAND
Pra sekolah
TK-play group usia 3-6 tahun
Primer
SD selama 6 tahun grade 1-6
Sekunder
Sekolah menengah (3 Tahun grade 7-9)
Tersier
Sekolah Menengah Atas selama 3 tahun grade 10-12











KOMPARATIF SOCIAL STUDIES CINA DAN INDONESIA

Sejak 1949 menggunakan kurikulum sentralis
1999 melakukan reformasi kurikulum dengan tujuan untuk menghasilkan peserta didik .
Kurikulum lama mengenai akumulasi informasi tertentu dan mengabaikan komprehensif.
INDONESIA
Social studies diilhami oleh pengajaran sosial di amerika serikat
Sedangkan di indonesia diilhami oleh SOEPARTINA
TUJUAN SOCIAL STUDIES
Untuk membentuk moral masyarakat agar bisa bersaing dengan dunia luar. (aplikasi ke dalam kehidupan sehari-hari).
TUJUAN SOCIAL STUDIES DI INDONESIA
Menciptakan kehidupan yang terintegrasi dan di aplikasikan kehidupan nyatanya, serta dilakukan upaya melalui pengembangan kurikulum







PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN TINGKAT SEKOLAH DASAR
ANTARA INDONESIA DENGAN KOREA UTARA
TUJUAN SISDIKNAS terdapat dalam UU no.20 tahun 2003
Sedang di korut untuk menanamkan rasa setiap orang rasa kedaulatan setiap orang dan menanamkan sikap patriotisme.
Tujuan pendidikan kedua negara tersebut sama, yaitu menekankan pada rasa patriotisme bangsa.
Usia sekolah anak di INDONESIA:
  1. Wajib belajar 9 tahun
  2. SD/MI 6 tahun
  3. SMO/MTS 3 tahun
Usia sekolah anak di KORUT
-Pendidikan wajib 11 tahun
a. 1 tahun prasekolah usia 5 tahun
b. 4 tahun pendidikan dasar
c. 6 tahun pendidikan menengah yaitu kejuruan dan umum.
KURIKULUM
INDONESIA
  1. KTSP
  2. Mata pelajaran (agama, B.Indonesia, MTK, PKn, IPA, IPS, Penjaskes, SBK, mulok dan pengembangan diri).
  3. Menggunakan sistem tuntas tidak tuntas
KORUT
  1. Menggunakan kurikulum sekolah dasara tahun 1990 terdapat keseimbangan antara pendidikan akademik dan politik.
  2. Mata pelajaran (bahasa korea, pendidikan olah raga, musik).
  3. Menggunakan istilah tuntas saja.
Kesimpulan:
INDONESIA: sesuai dengan pancasila dan UUD 1945, wajib belajar 9 tahun. Pendidikan di indonesia lebih maju daripada korut dilihat dari beban belajar anak, dan kriteria tuntas dan tidak tuntas.
KORUT: sesuai dengan paham komunis, wajib belajar 11 tahun.












PERBANDINGAN PENDIDIKAN INDONESIA DAN JEPANG
Pendidikan di jepang
Mengutamakan perkembangan kepribadian yang utuh, dan menjadikan jiwa yang bebas.
Di jepang, tidak ada matapelajaran agama.
UNESCO menyatakan tingkat perkembangan pendidikan indonesia 102 dunia.
Jenjang pendidikan di jepang:
Masuk SD dan SMP melalui ujian masuk.
Usia 3-5 tahun TK dan Play group
SD 6 tahun
SMP 3 tahun
SMA 3 tahun
PT 4 tahun
PENDIDIKAN WAJIB:
  1. Wajib sekolah usia 6-15 tahun
  2. Biaya sekolah dan buku di gratiskan
  3. Pada saat Siswa berada pada tingkat SMP, mereka belajar b.inggris
Siswa SMP dapat masuk ke akademik, selama 5 tahun.
  1. Tidak ada matapelajaran yang berulang dalam kurun waktu 1 minggu
  2. Jenis SMA
a.       Full time
b.      Part time: contoh pada negara indonesia Paket A, B, C
c.       Writing:contoh pada negara indonesia UT
Kurikulum yang digunakan beberapa jenis berdasarkan pola kurikulum.
Jika siswa dari SMP, harus membawa surat referensi
  1. PT
S1: bachelor degree
JENJANG PENDIDIKAN DI INDONESIA
Pola pendidikan di indonesia menggunakan pola pendidikan Jepang.
Perbedaanya adalah pada S1 yaitu 7 tahun.
Pendidikan menengah di indonesia:
  1. SMA
  2. SMK sesuai kejuruan masing-masing
PT
Menerapkan sistem SK, dan berdasarkan BAN menggunakan sistem terakreditasi dan tidak terakreditasi.






PERBANDINGAN PENDIDIKAN KOREA SELATAN
DAN INDONESIA BERDASARKAN STANDAR ISI
Di Korea Selatan
Jenjang pendidikan;
SD
SMP
SMA
PT
Kurikulum:
Dilaksanakan sejak tahun 1970
Dan yang dilakukan guru adalah: Perencanaan pembelajaran dan  diagnosis siswa.
Pembelajaran Agama: tidak diprioritaskan pembelajaran agama, hanya memprioritaskan pada teknologi saja.
Pendidikan di Indonesia:
Jenjang pendidikan:
SD
SMP
SMA
PT
Kurikulum: KTSP
Pembelajaran Agama: Diatur oleh DEPAG.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN MALAYSIA
Tiap Negara mempunyai sistem pendidikan yang berbeda-beda dengan penekanan pada variabel tertentu didalam pendidikan. Pada variable tersebut terkandung tujuan yang akan dicapai baik jangka panjang maupun jangka pendek. Sehingga akan memberikan arah bagi negara tersebut untuk menciptakan manusia dan bentuk Negara yang mereka inginkan berdasarkan sumber daya manusia yang mereka rencana berdasarkan sistem pendidikan. Penulis mencoba untuk membandingkan dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia dengan harapan pada akhirnya penulis akan mengetahui hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan ketika akan menentukan sebuah sistem pendidikan. Hal ini sejalan dengan  pendapat Kendall dan Nicholas Hanc yang dikutip dari  Nur  (2002:4) yang menjelaskan bahwa tujuan perbandingan pendidikan adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip apa yang sesungguhnya mendasari pengaturan perkembangan sistem  pendidikan nasional.
Selain membandingkan system pendidikan, penulis mencoba untuk membandingkan kurikulum mata pelajaran bahasa Inggris sekolah menengah Indonesia yang disebut dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Inggris yang terkadung didalam Standar Isi (SI) dengan Malayasia khususnya pada level sekolah menengah atau di Malaysia disebut dengan form 5. Alasan mengapa penulis memilih kurikulum malaysia sebagai perbandingan karena malaysia secara geografis adalah negara terdekat dengan Indonesia dan mempunyai rumpun budaya yang hampir sama dengan kita, walaupun secara historis mempunyai perbedaan, khususnya di jaman kolonial. Di Malaysia, Bahasa Inggris dipergunakan sebagai bahasa kedua (second language) dan kita dapat mendengarkan masyarakat malaysia menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari seperti di pasar, tempat hiburan dan dalam perkumpulan masyarakat malayasia. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kedudukan bahasa Inggris di Indonesia dimana kedudukan bahasa Inggris hanya sebagai bahasa asing dimana bahasa tersebut amat jarang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari tapi hanya dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan tertentu saja dan malah bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian siswa di Indonesia. Padahal apabila pengembangan kurikulum di Indonesia dapat merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimana didalamnya terdapat materi dan pendekatan yang  sesuai dan dapat menstimulus siswa agar cepat menguasai bahasa asing tersebut maka secara tidak langsung dapat meningkatkan SDM Indonesia khususnya dalam berketerampilan bahasa Inggris. Fakta membuktikan bahwa percepatan penyerapan teknologi baru akan lebih cepat apa bila SDM kita menguasai bahasa asing, khususnya ketika kita hendak mentranfer sebuah teknologi baru (transfer of technolgy). Penulis berharap setelah melakukan studi perbandingan dan analisis implementasi kurikulum mata pelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dan Malaysia, akan mendapatkan berbagai hal yang bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan dan pengembangan kurikulum, khususnya mata pelajaran bahasa Inggris. Didalam membandingkan implementasi kurikulum dikedua negara ini, penulis mencoba membandingkan aspek-aspek kurikulum seperti tujuan kurikulum, materi, metode yang digunakan dan penilaian yang digunakan didalam pengimplementasi kuriikulum mata pelajaran bahasa Ingggris.
1. Sistem pendidikan Indonesia
Sistem Pendidikan nasional Indonesia terdiri dari tiga jenis pendidikan, yaitu:
a.       Pendidikan umum memprioritaskan perluasan pengetahuan umum dan perbaikan keterampilan siswa. Spesialisasi pendidikan dibutuhkan dikelas 12.
b.       Pendidikan vokasional mempersipkan siswa dalam mempersipkan sejumlah keterampilan vokasional yang dibutuhkan para pekerja.
c.       Pendidikan berkebutuhan khusus memberikan keterampilan dan kemampuan penting bagi siswa dengan keterbatas fisik dan mental
d.    Pendidikan kedinasan bertujuan meningkatkan kemampuan yang dibutukan sebagai persiapan sebagai calon pegawai negeri sipil departemen pemerintahtan dan non departemen.
e.    Pendidikan agama mempersiapkan siswa untuk berperan yang menuntut pengetahuan khusus tentang agama dan pelajaran yang terkait.
f.      Pendidikan yang berorientasi akademik berfokus kepada perbaikan penguasaan sain
g.    Pendidikan professional mempersiapkan siswa untuk menguasai spesialisasi pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan.
2. Jenjang Pendidikan
Sistem pendidikan formal terdiri dari beberapa jenjang pendidian, yaitu sekolah dasar, sekolah menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan pra sekolah juga termasuk didalam sistem pendidikan nasional Indonesia.
Pendidikan Pra Sekolah
Pendidikan pra sekolah bertujuan menstimulasi pertumbuhan fisik dan mental siswa diluar keluarga sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar. Tujuan pendidikan pra sekolah adalah memberikan dasar pertumbuhan dan perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, keterampilan dan inisiatif. Tipe-tipe penddikan pra sekolah yang ada adalah taman kanak-kanak dan kelompok bermain. Taman kanak-kanak adalah bagian dari pendidikan dasar sedangkan kelompok bermain berada diluar system persekolahan. Pendidikan pra sekolah diberikan kepada anak dari usia 4 sampai dengan 6 tahun yang mempunyai masa pendidikan satu atau dua tahun pendidikan, sedangkan kelompok bermain diikuti oleh anak-anak yang berusia dibawh tiga tahun.

Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan dasar dari pendidikan Sembilan tahun, yang terdiri dari enam tahun disekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. Tujuan dari pendidikan dasar adalah untuk memberikan siswa ketermapilan dasar untuk mengembangkan diri mereka sendiri sebgai individu, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota mahluk hidup, demikan juga untuk melanjutkan studi mereka ke sekolah menengah.
Sekolah dasar (SD) menyelanggarakan program pendidikan enam tahun.hal ini terdiri dari dua tipe pendidikan yang berbeda, yaitu sekolah dasar umum dan sekolah dasar bagi anak cacat. (SDLB)
Program pendidikan sekolah menengah pertama berlangsung selama tiga tahun setelah eman tahun pendidikan dasar. Seperti juga di sekolah dasar, sekolah menegah pertama terdiri dari sekolah menengah pertama umum dan sekolah menegah pertama bagi anak cacat. (SMPLB).
Selain itu juga ada sekolah dasar islam yang dilaksanakan oleh kementerian agama. dasar Sekolah dasar islam (Madrasah Ibtidaiyah atau MI) sama dengan sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama islam (Madrasah tsanawiyah atau MTs) yang sama dengan sekolah menegah pertama (SMP).
Muatan kurikulum skolah dasar terdiri dari Pancasila, agama, pendidikan kewarga negaraan, bahasa Indoneisa, membaca dan menulis, matematika, aritmatika, sain dan teknologi, geografi, sejarah nasional dan dunia, kerajinan tangan dan seni, pendidikan kesehatan jasmani, menggambar, bahasa Inggris dan muatan local. Kesemua itu bukan nama mata pelajaran, tetapi hanya istilah dalam hal pembelajaran yang membebtuk kepribadian dan elemen kemampuan yang diajarkan dan ditingngkatkan melalui pendidikan dasar.

Pendidikan Menengah
Jenis pendidikan menengah adalah sekolah menengah umum, sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah agama, sekolah menegha kedinasan. Sekolah menengah umum memberikan prioritas untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan keterampilan siswa dan mempersiapkan mereka untuk melanjutkan untuk melanjutkan dtusi mereka ke pendidikan tinggi. Pendidikan sekolah menengah kejuruan memberikan prioritas untuk memperluas keterampilan kerja dan menekan pada persiapan siswa untuk memasuki dunia kerja dan memperluas sikap professional. Pendidikan sekolah menengah keagamaan memberikan prioritas terhadap penguasaan pengetahuan khusus keagamaam. Pendidikan sekolah menegah kedinasan yang menekankan pada perbaikan kemampuan dalam melaksanakan tugas pelayanan pegawai negeri sipil atau calon pegawai negeri sipil. Pendidikan sekolah menengah khusus ditujukan dan dirancag bagi siswa yang mempunyai keterbatasan fisik dan mental (lihat tabel 1)
Di Indonesia setiap jenjang pendidikan harus melalui ujian nasional apa bila hendak melanjutkan kejenjang selanjutnya. Demikian pula ketika akan melanjutkan ke perguruan tinggi para siswa harus mengikuti SPMB yang terpusat.
Berdasarkan deskripsi yang telah Penulis uraiankan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Masing-masing negara mempunyai sistem pendidikan yang sangat berbeda. Di Indonesia tidak berlaku automatic transision disetiap jenjang pendidikan karena masing-masing jenjang pendidikan diharuskan mengikuti Ujian Nasional sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sebagai contoh siswa SMP harus mengikuti UN sebelum melanjutkan ke SMA. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sistem pendidikan di Malaysia di mana hasil PSAT tidak menentukan karena setiap anak harus melanjutkan ke form one. Malaysia mempunyai persiapan untuk memasuki perguruan tinggi yang disebut dengan A Level dan matriculation study program. Sedangkan di Indonesia sisiw yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi harus mengikuti SPMB.
Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Cina
Sistem pendidikan Cina lebih terbuka. Guru diklasifikasi berdasarkan kualitas. Siswa bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif. Guru dapat tambahan tunjangan kesejahteraan 10 persen dari gaji pokok.
            Cina yang punya luas daratan 9,6 juta km2 ini memang pendidikannya lebih maju dibandingkan Indonesia. “Mereka lebih fokus dalam menangani pendidikan. Saya kira kita harus punya komitmen dan bisa konsisten agar bisa memajukan pendidikan di Indonesia.
UU Sisdiknas-nya Cina mewajibkan anak umur 6 tahun mengikuti pendidikan dasar, tanpa dipungut biaya sekolah. SD di sana berlangsung 6 tahun. Mata pelajaran utamanya, antara lain, bahasa dan kesusastraan Cina, matematika, ilmu pasti, bahasa asing, pendidikan moral, musik, olahraga dan jasmani.
Jumlah SD di negeri Panda ini mencapai 400.000 dengan murid hingga 120 juta anak. APK SD di sana mencapai 98%. Sedangkan jumlah SMP dan SMA kurang lebih 60.000 dan 30.000, plus 3.000 perguruan tinggi.
Satu hal yang menarik bagi berkaitan dengan tenaga pendidik adalah relasi guru dan murid yang berjalan demokratis. “Ciri khas pendidikan di Beijing adalah adanya klasifikasi guru, mulai dari guru paripurna sampai guru yang tidak qualified. Siswa juga bebas mengevaluasi guru secara objektif. Dua hal yang masih tabu di negara kita,”.
Guru juga mendapat tempat istimewa di Beijing. Gaji guru di sana berkisar 3.000–5.000 yuan per bulan. Dalam kurs 1 yuan= Rp 1.200, guru di Cina menerima rata-rata senilai Rp 3,6 juta–Rp 6 juta/bulan. Selain gaji pokok, guru juga menerima tunjangan kesejahteraan sebesar 10% dari gaji pokok. Sistem penggajian buat guru ini lebih tinggi 10% daripada pegawai biasa.
Penghasilan itu sudah memadai. Sehingga, hampir tidak pernah terdengar guru harus “ngojek” atau kepala sekolah mencari uang tambahan dari jual-beli seragam dan buku. Ketika pensiun pun, setiap guru berhak mendapatkan 100% gaji pokok per bulannya.
Pemerintah RRC menyadari pentingnya peran guru untuk memajukan bangsanya. Tak heran bila kemajuan RRC kini menjadi buah bibir di dunia. “Kemajuan Cina tentu tak bisa dilepaskan dari peran guru di sana,” katanya.















PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN 
NEGARA JEPANG DENGAN INDONESIA
Pendidikan yang meluas dan membumi telah membuat orang Jepang hampir semuanya melek huruf mendekati angka 100%, dan orang yang buta huruf kurang lebih hanya 0,7% pada tahun 1979. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Dirjen PLS Depdiknas, Fasli Djalal, saat ini lebih dari 16 juta WNI yang berusia di atas 10 tahun masih belum melek huruf. Lagi pula, menurut Dirjen Dikdasmen, Indra Jati Sidi, banyak sekali lulusan SD yang tidak bisa melanjutkan ke SMP karena berbagai sebab.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) pada akhir tahun 2001 (Republika, 03/05/02), Jepang berada dalam urutan ketiga di bawah Korea Selatan dan Singapura dalam Human Development Index atau indeks pembangunan manusia (IPM). Sementara itu posisi IPM Indonesia sungguh sangat jauh. Dari 12 negara Asia yang disurvei, Indonesia berada di urutan juru kunci. Hasil survei tahun 2000 dari United Nation Development Program (UNDP), badan PBB yang mengurus program pembangunan, menempatkan Indonesia di urutan ke-109 dari 174 anggota PBB (Republika, ibid). Rendahnya IPM Indonesia merupakan ouput dari mutu sistem pendidikan. Seperti halnya di Indonesia, tujuan pendidikan di Jepang adalah ideal, tetapi lebih terfokus dan relatif lebih dapat dicapai. Selanjutnya, tujuan pendidikan tersebut dijabarkan secara rinci sampai tingkat sekolah, bahkan sampai tingkat kelas dan tingkat setiap pertemuan kelas untuk setiap mata pelajaran.
Salah satu kendala pendidikan di Indonesia adalah kurangnya jumlah tenaga pengajar. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia saat ini masih belum memadai untuk menjangkau penyelenggaraan pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Untuk sekolah dasar saja, yang terdapat 150.921 SD, negeri maupun swasta, jumlah guru yang tersedia hanya sekitar 1.158.004 orang. Jika kita bandingkan dengan Negara Jepang, menurut sumber Ministry of Education, Science, Sports and Culture, Government of Japan (2000), pada tahun 1999 di Jepang terdapat 11.220 SD dengan jumlah tenaga pengajar 262.226. Jika dibandingkan, maka jumlah guru untuk satu SD di Indonesia dan jepang adalah              Pendistribusian guru di Indonesia pun belum merata ke seluruh pelosok daerah. Komposisi pendistribusian guru dan tenaga kependidikan lebih banyak menumpuk di daerah perkotaan, sehingga pada daerah desa dan pelosok terpencil menjadi kekurangan tenaga pengajar, dan banyak terjadi 'mismatch' mengajar pada guru akibat kebutuhan lapangan. Selain itu, minat masyarakat terhadap profesi pendidik masih rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan terhadap guru sebagai pendidik, sehingga profesi guru tidak termasuk dalam kategori profesi favorit (www.kompas.com).

Bagaimana Reformasi Pendidikan yang Tepat Bagi Indonesia ?

Sistem pendidikan untuk suatu bangsa pada hakikatnya harus sesuai dengan falsafah dan budayanya sendiri. Mengambil alih suatu sistem atau gagasan di bidang pendidikan dari bangsa lain harus dikaji penerapannya dengan latar belakang budaya yang ada. Oleh karena itu, untuk mengadopsi sistem pendidikan dari Jepang pun kita perlu menyesuaikannya dengan kultur dan falsafah bangsa (www.pakguruonline.pendidikan.net). Sebagai contoh, kurikulum yang diterapkan di sekolah di Jepang amat berat. Hal ini wajar saja sebab prestasi kognitif dan motivasi siswa di Jepang relatif tinggi dan setaraf. Namun ketika kurikulum seperti ini diterapkan di Indonesia yang kemampuan kognitif siswanya berada dalam taraf sedang, hal ini justru membuat kewalahan para siswa, guru dan orang tua. Bahkan banyak orang tua murid yang memikirkan untuk menyekolahkan anak mereka di secara homeschooling karena  kurikulum sekolah reguler yang dianggap memberatkan tersebut. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum seharusnya dilakukan dengan melihat kemampuan dan usia anak didik.
Pendidikan moral di Indonesia perlu ditanamkan sejak usia dini karena moral menjadi syarat utama keberhasilan pembangunan masyarakat suatu bangsa. Sebagaimana yang dilaksanakan di Jepang sejak masih tingkat dasar dan terus berlanjut hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, pelajaran moral dan karakter perlu disertakan dalam kurikulum sekolah dengan alokasi waktu yang memadai.
Pelajaran moral harus dikembangkan dengan pola berpendapat, dan sistem evaluasinya tidak dapat dilakukan dalam bentuk multiple choice, melainkan dalam bentuk uraian dimana siswa dapat menjelaskan argumennya.  Pelajaran moral juga harus memiliki lingkup tersendiri, dipisahkan dengan pendidikan kewarganegaraan. Keluarga, terutama ibu, harus dilibatkan dalam pelajaran moral ini.

Dari segi peraturan perundang-undangan dan struktur pendidikan pun perlu dilakukan perbaikan. Deregulasi dan restrukturisasi yang dilakukan harus mencakup empat aspek: a). Orientasi pembelajaran siswa, b). Profesionalitas guru, c). Accountability sekolah, dan d). Partisipasi orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara spesifik restrukturisasi dan deregulasi pendidikan ditujukan untuk meningkatkan komitmen dan kompetensi guru dan murid untuk mencapai prestasi setinggi mungkin.

Guru harus memiliki pemahaman yang mendalam atas materi yang akan disampaikan (Depth of Understanding) dan mampu menyampaikan materi dengan penuh kreatifitas dan improvisasi yang orisinil, sehingga proses belajar mengajar terasa segar dan alami (authentic learning). Pemerintah perlu merumuskankebijakan guna mengembangkan kemandirian guru dan memberikan otonomi serta kebebasan yang lebih luas pada sekolah dan guru. Penghargaan terhadap profesi guru pun perlu ditingkatkan. Saat ini, profesi guru merupakan profesi yang terkenal dengan gaji yang rendah. Hal ini tidaklah adil mengingat besarnya kontribusi yang mereka lakukan demi kemajuan bangsa ini.



PERBEDAAN PENDIDIKAN JERMAN
DENGAN PENDIDIKAN INDONESIA
Ssekali perbedaan antara pendidikan di Jerman dengan Indonesia. Dari sisi sistem saja, pendidikan itu sudah berbeda. Di Jerman, jenjang pendidikan Pra Perguruan Tinggi itu hanya ada 2 macam, yaitu pendidikan dasar (Grundschule) dan pendidikan lanjutan (Gymnasium,Realschule, atau Berufschule). Kalau di Indonesia, pendidikan Pra Perguruan Tinggi ada 3 macam, yaitu SD-SMP-SMA. Dari sisi waktu juga berbeda, di Indonesia memerlukan waktu 12 tahun (normal) sebelum ke jenjang Perguruan Tinggi, sedangkan di Jerman butuh waktu 13 tahun. Tulisan tentang Sistem Pendidikan Jerman dapat anda baca disini.
Jika karier anda sebagai orang lembaga pendidikan ingin maju di Jerman, anda harus pindah ke kampus-kampus kecil (di kota kecil). Beliau menjelaskan bahwa prinsip ini membuat pemerataan kualitas pendidikan terjadi secara alami. Dan lagi-lagi, ini berbeda dengan Indonesia. Orang Indonesia cenderung memiliki kebiasaan “pintar kumpul dengan pintar” dan “kaya kumpul dengan kaya”.
Melihat kondisi di atas, membuat saya tersenyum. Saya yakin kualitas pendidikan Indonesia bisa meningkat drastis. Syarat utama hanya 2 macam,pemeratan pendidikan dan penghargaan terhadap prestasi pendidikan. Itu saja. Bila kedua syarat terpenuhi, saya yakin semakin banyak anak-anak Indonesia yang berprestasi pada ajang internasional dan semuaanak-anak Indonesia bisa masuk ke bangku sekolah.
Bagi Anda yang mempunyai kebiasaan mencontek dan ingin belajar ke Jerman, diingatkan untuk menghentikan kebiasaan buruk itu. Alasannya, mencontek bukan saja menipu diri sendiri, tetapi juga merusak kejujuran yang merupakan roh utama pendidikan.
Tradisi untuk mempertahankan kejujuran dalam dunia pendidikan sudah ditanamkan sejak adanya pendidikan itu sendiri. Maka, dalam pendidikan di Jerman, amat sulit ditemukan tesis, disertasi, atau skripsi yang merupakan plagiasi atau manipulasi, atau tindakan sejenisnya, atau hal lain yang tercakup dalam perilaku ketidakjujuran akademis. Itu semua disebabkan oleh upaya menjunjung tinggi kejujuran yang terkait erat dengan nilai kebenaran.
 Adanya ketentuan dan dilaksanakan secara ketat membuktikan bahwa Jerman masih menghargai kejujuran, bahkan menempatkannya sebagai yang utama atau roh utama pendidikan. Bahkan, untuk membuat skripsi, mahasiswa tidak bisa begitu saja melakukan copy and paste. Mahasiswa yang melakukan itu jangan harap bisa lolos begitu saja.
Hanya untuk TK
Ihwal keharusan membayar uang sekolah, menurut Christian Dick yang asli Jerman, hal itu lebih didasarkan pada undang-undang negara bagian masing-masing. Memang, untuk pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, semuanya gratis. Artinya, pemerintah berkewajiban menyediakan sarana pendidikan, dan semua orang diberi kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
Maka, pada jenjang itu, masyarakat dibebaskan dari kewajiban membayar uang pendidikan. Apalagi, Pemerintah Jerman memberlakukan kewajiban untuk sekolah bagi semua warganya. Bahkan, kalau tidak mau sekolah, polisi bisa memaksa orangtua dan anak-anaknya untuk sekolah.
”Tetapi untuk taman kanak-kanak berbeda. Selain diberi aneka pengetahuan yang terkait dengan kebutuhan anak-anak, mereka juga disediakan makanan yang sehat dan fasilitas untuk istirahat. Dengan demikian, wajar kalau anak-anak taman kanak-kanak justru diharuskan membayar. Pembayaran itu, sekali lagi, bukan untuk pendidikannya, tetapi karena harus menyediakan sarana tidur, memberikan makan, dan sebagainya,” kata Dick.

PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI NEGARA ISLAM
Organisai Konferensi Islam (OKI) sebagai organisasi yang membawahi seluruh negara Islam selalu mengadakan kongres demi perwujudan pendidikan yang maju dan siap bersaing di era global ini. Dari keputusan-keputusan yang telah ditetapkan mereka semua berharap negara Islam ini tidak tertinggal dengan negara non Islam yang maju, seperti Amerika, Brazil, Jepang, dan Cina.
Indonesia dan Brunei Darussalam sebagai negara Islam selalu mengikuti perkembangan tersebut demi tercapainya tujuan bersama. Akan tetapi melihat kenyataan yang terjadi kedua negara tersebut masih belum bisa mancapai tujuan. Pembenahan system pendidikan terus dikembangkan, perubahan kurikulum yang sesuai dengan tuntunan zaman dan pemberian anggaran dana pendidikan yang sesuai dengan masayarakat, itulah hal-hal yang mereka lakukan secara terus menerus. Tak lain semuanya itu demi terwujudnya warga negara yang mempunyai sumber daya manusia yang tinggi.
Pengertian OKI (Organisasi Konferensi Islam)
Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah organisasi internasional pengelompokan lima puluh tujuh negara yang telah memutuskan untuk menyatukan sumber daya mereka bersama-sama, menggabungkan usaha mereka dan berbicara dengan satu suara untuk menjaga dan mengamankan kepentingan kemajuan dan kesejahteraan rakyat mereka dan dari semua muslim di dunia.
Organisasi ini didirikan di Rabat, Kerajaan Maroko, pada 12 Rajab 1389H (25 September 1969) ketika pertemuan pertama pemimpin dunia Islam diselenggarakan di bangun dari upaya Zionis kriminal membakar Maha Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 di kota yang diduduki Al-Quds.
Organisasi inilah yang menghimpun negara-negara Islam di seluruh dunia. Adapun anggota negara Islam yang ikut organisasi ini ada 57 negara antara lain : Afganistan, Arab Saudi, Yaman, Albania, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Kuwait, Maroko, Mesir, Turki, dan lain-lain.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengadakan kongres pendidikn kejuruan dan teknis di held between the dates of 18-20 June of 2009 in Istanbul by Turkish Asian Center forIstanbul oleh Turki Asian Center Strategic Studies (TASAM).Strategic Studies (TASAM) pada tanggal 18-20 Juni 2009. Adapun hasilnya antara lain sebagai berikut:
1. Di negara-negara Islam, suatu perencanaan lengkap kebijakan ekonomi tergantung kepada development program of the country and vocational and technical educational strategy program pembangunan negara dan pendidikan kejuruan dan teknis strategi dependent to this policy will lead the policy to its the goal. tergantung kebijakan ini akan menyebabkan kebijakan ke tujuan.
Standar Kompetensi Profesional” harus dipopulerkan di negara-negara Islam melalui comparing research-development, skills needs analysis and professional competence membandingkan penelitian-pengembangan, analisis kebutuhan keterampilan dan kompetensi profesional standards. standar.
A common accreditation institution must be established between Islamic countries. Sebuah lembaga akreditasi umum harus ditetapkan antara negara-negara Islam.
A. Banks in Islamic countries shall financially support the projects in the field of vocational Bank-bank di negara-negara Islam akan mendukung secara finansial proyek-proyek di bidang kejuruan and technical education. dan teknis pendidikan.
185. Sebuah “Platform untuk Kejuruan dan Teknis Pendidikan di Negara-Negara Islam” akan immediately be established and a communication network (internet portal) of this segera dibentuk dan jaringan komunikasi (internet portal) dari platform shall urgently be actualized in some certain languages. platform akan segera mewujud dalam beberapa bahasa tertentu.
Sistem Pendidikan di Indonesia
Makna Pendidikan di Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Adapaun Filosofi pendidikan di Indonesia adalah Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.
Sistem pendidikan di Indonesia disebut dengan sistem pendidikan nasional yang mempunyai arti keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Sistem pendidikan nasional terbagi menjadi tiga (3) bagian;
1.    Kelembagaan yang terdiri dari jenjang pendidikan dan jalur pendidikan.
2.  Jenis Pendidikan yang terdiri dari Umum, kejuruan, vokasional, dan lain-lain.
3. Kurikulum. Sesuai dengan UU yang telah ditetapkan pendidikan Indonesia sekarang memakai kurikulum KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:

a. Pendidikan anak usia dini
Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
b. Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
c. Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
d. Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doctor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.
Jalur pendidikan
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.
b. Pendidikan nonformal
Pendidikan ini paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.
c. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Jenis pendidikan
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah ke Atas (SMA).
b. Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
c. Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program Sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
d. Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang Profesional.
e. Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).
f. Pendidikan keagamaan
Pendidikan Keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.


g. Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).
Kurikulum Di Indonesia
Kurikulum yang dipakai sekarang adalah KTSP (Kurikulum Tingkat satuan pendidikan) adapaun maknanya adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2006/2007 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Walaupun penyusunan kurikulum sudah diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah disini masih harus memperhatikan hal-hal yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
a. peningkatan iman dan taqwa
b. peningkatan ahlaq mulia
c. peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peerta didik
d. keragaman potensi daerah dan lingkungan.
e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional
f. tuntunan dunia kerja
g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
h. agama
i. dinamika perkembangan global
j. persatuan nasional dan  nilai-nilai kebangsaan.
Pendidikan di Negara Brunei Darussalam
Brunei  Darussalam  merupakan  salah  satu  negara  di  kawasan  Asia Tenggara  yang  terkenal  sangat  makmur.  Brunei  Darussalam  yang  merupakan anggota  ke-6  ASEAN  ini  mendapatkan  kemerdekaannya  dari  Inggris  pada tanggal 1 Januari 1984. Kepala negara Brunei Darussalam adalah seorang Sultan yang sekaligus  sebagai  Kepala  Pemerintahan  (Perdana  Menteri).  Kendatipun wewenang  serta  kekuasaan  Sultan  yang  diberikan  Konstitusi  begitu  besar, namun  sistem  pemerintahan  Brunei  Darussalam  bersifat  demokratis.  Tetapi dalam  hal  cara  pemilihan  para  birokrat  di  Brunei  cenderung  dengan  sistem rekruitmen  tertutup.  Sistem  ini  tidak  menyerap  personil  dari  seluruh  lapisan masyarakat. Jadi,  Brunei  merupakan  negara  kerajaan  dengan  kepala  pemerintahan berada di tangan sultan.
Kira-kira  dua  pertiga  jumlah  penduduk  Brunei  adalah  orang  Melayu. Kelompok  etnik minoritas  yang  paling  penting  dan  yang menguasai  ekonomi negara  ialah  orang Tionghoa  (Han)  yang menyusun  lebih  kurang  15%  jumlah penduduknya.  Etnis-etnis  ini  juga menggambarkan  bahasa-bahasa  yang  paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa  resmi,  serta bahasa Tionghoa. Bahasa  Inggris  juga  dituturkan  secara meluas,  dan  terdapat  sebuah  komunitas ekspatriat  yang  agak  besar  dengan  sejumlah  besar  warganegara  Britania  dan  Australia. Islam  ialah  agama  resmi Brunei,  dan  Sultan Brunei merupakan  kepala agama  negara  itu.  Agama-agama  lain  yang  dianut  termasuk  agama  Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil).Ekonomi  kecil  yang  kaya  ini  adalah  suatu  campuran  keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung.
Dasar Pengembangan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan
Program   pendidikan   diarahkan  untuk   menciptakan  manusia  yang berakhlak dan beragama dan menguasi teknologi.  Pemerintah telah menetapkan  tiga  bidang utama dalam  pendidikan, yaitu :
•  Sistem dwibahasa di semua sekolah
Konsep Melayu Islam Beraja (MIB) dalam kurikulum sekolah 
• Peningkatan serta perkembangan sumber daya manusia.
Kebijakan di Bidang Pendidikan Agama
Baginda  merumuskan,  semua  objektif  di  dalam  pendidikan  ialah  bagi melahirkan  rakyat  yang  taat beragama  di  mana  mereka  akan  menjadi  pelita ummah yang mempunyai fahaman dan pegangan yang betul. Kea  rah  itu,  baginda  turut  berharap  supaya  dikemaskinikan  mata pelajaran  Pengetahuan Agama  Islam  atau  Islamic Religious Knowledge  (IRK) dalam persekolahan umum.
Sehubungan  dengan  itu,  baginda  percaya,  program  pengembangan sumber  tenaga manusia dengan dana  sejumlah $250  juta yang diluluskan baru-baru ini juga akand apat melihat aspek ini. Yakni,  titah  baginda, manusia  yang  dirancang  dan  akan  lahir  daripada program tersebut ialah manusia Brunei yang berilmu, mahir dan beramal salih. Baginda  menambah  titah,  semenjak  kerajaan  memperkenalkan  sistem persekolahan  agama  hampir  setengah  abad  yang  lalu,  rakyat  negara  ini  telah dapat  mempelajari  ilmu-ilmu  agama  khasnya  Ibadat  dan  Al-Quran  dan seterusnya perlaksanaan Pelajaran Dewasa Agama. Semenjak  itulah  juga,  titah  baginda,  persekolahan  agama  telah  berjaya mencorakkan  hidup  kita  selaku  orang-orang  Islam  di  mana  daripadanya terpancar sinar agama menyinari kehidupan ini.
Sistem Perjenjangan Pendidikan yang Dikembangkan
Sistem  pendidikan  umum  Brunei  memiliki  banyak  kesamaan  dengan negara  Commonwealth  lainnya  seperti  Inggris, Malaysia,  Singapura  dan  lain-lain.  Sistem  ini  dikenal  dengan  pola A7-3-2-2″  yang melambangkan  lamanya masa  studi  untuk masing-masing  tingkatan  pendidikan  seperti:  7  tahun  tingkat dasar, 3  tahun  tingkat menengah pertama, 2  tahun  tingkat menengah atas dan 2 tahun pra-universitas.
Untuk  tingkat  dasar  dan menengah  pertama,  sistem  pendidikan  Brunei tidak  jauh  berbeda  dengan  Indonesia.  Pendidikan  dasar  bertujuan memberikan kemampuan  dasar  bagi murid-murid  dalam menulis, membaca,  dan  berhitung disamping membina dan mengembangkan karakter pribadi.  Pendidikan TK yang merupakan bagian tingkat dasar mulai diterapkan di Brunei  tahun  1979  dan  sejak  itu  setiap  anak  berumur  5  tahun  diwajibkan memasuki TK selama setahun sebelum diterima di SD kelas 1. Kenaikan tingkat dari TK ke SD dilakukan secara otomatis. Di tingkat SD, mulai dari kelas 1 dan seterusnya setiap murid akan mengikuti ujian akhir tahun dan hanya murid yang berprestasi  saja  yang  dapat melanjutkan  ke  kelas  berikutnya.  Sementara  yang gagal  harus  tinggal  kelas  dan  sesudah  itu  baru  mendapat  kenaikan  kelas otomatis.  Setelah mengikuti pendidikan dasar 7 tahun, murid yang lulus ujian akhir dapat melanjutkan  pendidikannya  ke  SLTP  selama  3  tahun.  Bagi  siswa  yang lulus ujian akhir SLTP akan memiliki pilihan yaitu:
Dapat meneruskan  pelajaran  ke  tingkat  SLTA  . Di  tahun  ke-2,  siswa  akan menjalani ujian penentuan tingkat yang dikenal BCGCE (Brunei Cambridge General Certificate of Education) yang terdiri dari 2 tingkat yaitu tingkat AO dan AN. Bagi siswa yang berprestasi baik akan mendapat ijazah tingkat AO artinya siswa dapat meneruskan pelajaran langsung ke pra-universitas selama 2  tahun  untuk  mendapatkan  ijazah  Brunei  Cambridge  Advanced  Level Certificate  tingkat AA. Sementara  itu,  siswa  tingkat AN harus melanjutkan studinya selama setahun  lagi dan kemudian baru dapat mengikuti ujian bagi mendapatkan ijazah tingkat AO.  Bagi  siswa  tamatan  SLTP  yang  tidak  ingin  melanjutkan  pelajarannya  ke universitas  dapat  memilih  sekolah  kejuruan  seperti  perawat  kesehatan, kejuruan  teknik dan seni, kursus-kursus atau dapat  terjun  langsung ke dunia kerja.
Ternyata kedua negara ini memasukkan mata pelajaran Agama dalam kurikulum. Materi agama harus ada di setiap jenjang pendidikan. Di sinilah letak bedanya negara Islam dan non Islam, pelajaran agama di negara Islam lebih ditekankan agar pendidikan itu membentuk manusia yang berahlak, bermoral dan berkepribadin luhur. Tetapi mereka juga tidak mengesampingkan pendidikan sain dan tehnologi, yang mana itu harus dikuasai demi seimbangnya kehihupan di era global ini.

PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN

DI INDONESIA DAN MEKSIKO


Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan mempunyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan – kesamaan dan perbedaan – perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap berbagai macam system pendidikan yang ada di berbagai negara dan kawasan dunia umumnya khusunya system pendidikan di negara Indonesia dan selandia baru dengan berbagai latar belakang sejarahnya secara komperatif.
Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan system pendidikan yang ada akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai system pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber – sumber kekuatan dan kelemahan dari system pendidikan yang berorientasi pada tujuan – tujuan pendidikan internasional dan universal.
Dari berbagai hal tersebut kita sebagai penerus bangsa yang jug positif dan terbuka terhadap berbagai usaha inovasi dan pembaharuan pendidikan di Indonesia dalam rangka pengembangan pendidikan nasional.Perbandingan pendidikan ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan system pendidikan Negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan dan kelemahan yang terjadi pada system pendidikan negara tersebut.
Dalam memajukan pendidikan, suatu negara perlu membandingkannya dengan pendidikan di negara lain, dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya, lalu mengambil unsur positifnya sekaligus menyesuaikan dengan kondisi lokal.
Dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui kehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya saling pengertian dan terjadinya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadaan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komperative atau studi perbandingan.
Pengertian perbandingan pendidikan
Menurut Carter V. Good definisi pendidikan perbandingan adalah : lapangan studi yang mempunyai tugas untuk mengadakan perbandingan teori dan praktek pendidikan sebagaimana terdapat pada berbagai negara pendidikan di luar negeri sendiri. Definisi ini menunjuk aspek operasional dari pendidikan yang terdapat di suatu negara atau masyarakat. Didalam mempelajari system pendidikan suatu negara secara perbandingan, tidak boleh tidak mesti memperhatikan dimensi waktu, mempelajari latar belakang atau faktor yang lain.
Menurut pengertian dasar perbandingan pendidikan adalah berarti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan – kesamaan dan perbedaan – perbedaannya. Dengan demikian maka studi perbandingan pendidikan ini adalah mengandung pengertian sebagai usaha menganalisa dan mempelajari secara mendalam dua hal atau aspek dari system pendidikan, untuk mencari dan menemukan kesamaan – kesamaan dan perbedaan – perbedaan yang ada dari kedua hal tersebut.
Perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari istilah “Comparative Education”. Sementara ahli yang lain, mengalihkan istilah tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Dengan menggunakan istilah pendidikan perbandingan. Namun pada dasarnya berbagai istilah yang digunakan mempunyai pengertian yang sama, yaitu sebagai studi komparatif (studi perbandingan) tentang pendidikstudan. Atau bisa juga disebut dengan studi tentang pendidikan yang menggunakan pendekatan dan metode perbandingan.
1. Sistem pendidikan di Indonesia
Dalam undang - undang Sisdiknas tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan Dasar
Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi antara lain: - Ilmu Pengetahuan Alam - Matematika - Ilmu Pengetahuan Sosial - Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris - Pendidikan Seni - Pendidikan Olahraga.
Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun.
Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa macam dimana, pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, special dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (UU, Sisdiknas, pasal 19:2003)
Perguruan tinggi dapat berbentuk :
1. Akademi
2. Politeknik
3. Sekolah tinggi
4. Institut
5. Universitas
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan vokasi (UU, Sisdiknas, pasal 20:2003). Kerangka dasar dan kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Dimana kurikulum pendidikan tinggi wajib memuatkan pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan dan bahasa.
Berbeda dengan sekolah menengah, perguruan tinggi menerapkan system kredit semester (SKS). Di perguruan tinggi, seorang mahasiswa jika dapat menghabiskan jumlah kredit mata kuliah yang ditargetkan dn dapat menempuhnya dalam waktu tertentu sesuai dengan rencana yang diprogramkan, mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan pendidikan tinggi Strata 1 (S1) dalam waktu 4 tahun. Namun bila tidak sanggup karena banyak mengulang mata kuliah yang rendah nilainya atau karena cuti, waktu yang ditempuh untuk diwisuda sebagai seorang sarjana bisa lebih dari 4 tahun. Kalau ia berhasil wisuda dan berniat melanjutkan studi lanjut, masih ada dua tahap dalam pendidikan tinggi yang dapat ditempuhnya, yaitu jenjang S2 atau Magister yang normalnya ditempuh selama 2 tahun, dan jenjang Ssedangkan S3 atau doctor yang efektifnya ditempuh selama 2 tahun, sedangkan sisanya untuk penelitian. Apabila seluruh tahap pendidikan tinggi ini ditempuh, diberi gelar doctor untuk bidang yang dipilihnya.
Sistem Pendidikan di Meksiko
Pendidikan di Meksiko diatur oleh Sekretariat Pendidikan Masyarakat (Spanyol: Secretaria de Educación Publica, September Dalam bahasa Inggris: Sekretariat Pendidikan Masyarakat). Standar pendidikan ditetapkan oleh Departemen ini di semua tingkat universitas kecuali dalam otonom disewa oleh pemerintah
Para Konstitusi 1917 menetapkan bahwa Pelajaran agama dilarang di sekolah umum, namun asosiasi keagamaan bebas untuk mempertahankan sekolah swasta, yang tidak menerima dana publik.. Bukti kewarganegaraan Meksiko diperlukan untuk menghadiri sekolah umum.

Pendidikan di meksiko

Pendidikan di Meksiko dibagi menurut kelas. Para pelajar dari keluarga berada belajar di sekolah swasta yang lengkap dengan pelbagai kemudahan serta bahan rujukan, sedangkan anak dari golongan miskin biasanya tidak mampu untuk pergi ke sekolah atau pergi ke sekolah yang serba kekurangan. Kaum yang paling terpinggirkan ialah kaum Indian. Pada 1990, diperkirakan lebih 40% penduduk Indian berusia lima belas tahun ke atas tidak boleh membaca. Ini telah mewujudkan jurang pendidikan yang kentara dikalangan rakyat Meksiko. Namun pemerintah telah mencoba dengan daya upaya untuk menggalakkan perkembangan pendidikan di kalangan remajanya.
Antara lain, pemerintah telah menetapkan bahwa pendidikan adalah wajib sampai kelas enam. Malangnya akibat tekanan keuangan, kebanyakan pelajar dari kelas bawah lebih berminat bekerja daripada bersekolah. Di Meksiko, tiada undang-undang yang mewajibkan pendidikan menengah. Di sekolah rendah mereka mempelajari matematika, ilmu sosial, “tata bahasa”, tulisan, membaca dan olahraga. Sedangkan nilai-nilai moral dan kekeluargaan di pelajari di rumah. Kepentingan menambah pendapatan melalui kanak-kanak yang bekerja dalam sebuah keluarga bermakna pemilihan antara “survival” dan pendidikan. Namun demikian, pada lima tahun belakangan ini kehadiran pelajar ke sekolah semakin bertambah: UNICEF melaporkan 84% kanak-kanak yang memulai sekolah akan mencapai tingkat lima. Tingkat dropout pelajar yang rendah bermakna lebih banyak remaja akan melanjutkan pelajaran yang tinggi dan ini bisa membantu mengurangkan kemiskinan. Kini, lebih 8 juta remaja telah mendaftar di sekolah menengah, yaitu 2 juta lebih dari tahun 1994.
Pemerintah di bawah Presiden Ernesto Zedillo telah berusaha untuk mengembangkan pendidikan di negara ini. Malah, ±25% pengeluaran pemerintah telah disalurkan ke arah pendidikan. Antara lain uang ini telah digunakan untuk membangun sekolah-sekolah dasar serta teknik yang baru. Selain itu, uang ini digunakan untuk menyediakan buku-buku teks secara gratis kepada 90% sekolah umum di Meksiko.
sistem pendidikan di meksiko dan evolusi selama setengah abad terakhir dapat ditandai oleh satu ciri: pertumbuhan yang luas. Dari tahun 1950 sampai 2000, total siswa enrollments dalam sistem pendidikan formal - sekolah dasar melalui pendidikan pascasarjana - meningkat lebih dari delapan kali lipat dari 3.25 juta siswa pada tahun 1950 menjadi 28.22 juta siswa pada tahun 2000. Enrollments sekolah menengah di sektor publik meningkat dari 1,4 juta tahun 1972 untuk 5.4 juta pada tahun 2000. Persentase penduduk dengan pendidikan kelas sembilan naik dari hanya 9 persen pada 1.970-41,4 persen pada tahun 1998, sementara pada 1990-an saja, pendaftaran di sektor tersier tumbuh sebesar 46 persen.
Ledakan ini pertumbuhan enrollments telah menempatkan tekanan yang besar pada sistem pendidikan Meksiko.perencanaan pendidikan di Meksiko dihadapkan dengan dua hal yang sangat berbeda dan bertentangan sebagian tugas: di satu pihak, untuk mengelola dan meningkatkan kesempatan pendidikan bagi penduduk yang sedang berkembang, di sisi lain, untuk meningkatkan mutu pendidikan di semua tingkatan dalam menghadapi meningkatnya permintaan ini. Dimulai pada tahun 1980-an dan berlanjut hingga hari ini, Meksiko telah melaksanakan reformasi pendidikan yang dibutuhkan seperti standar nasional dan keluar dari ujian penerimaan di berbagai jenjang pendidikan, guru evaluasi dan pengembangan profesional mekanisme, evaluasi dan akreditasi kelembagaan, dan satu set gelar peringkat untuk universitas program.
Pendidikan Wajib Extended dari Sixth Grade ke Ninth Grade
Pada tahun 1992, Sekretariat Pendidikan Masyarakat meningkat secara resmi wajib menyelesaikan pendidikan dari sekolah dasar (kelas enam) untuk penyelesaian sekolah menengah pertama (kelas sembilan).
Mengelola Pendidikan (Preescolar)
Hukum Umum Pendidikan prasekolah menyatakan bahwa pendidikan merupakan bagian dari pendidikan dasar, dan oleh karena itu disediakan secara gratis. Pada Desember 2001, Kongres Meksiko memutuskan untuk membuat satu tahun pendidikan pra-sekolah wajib, ketentuan yang mulai berlaku pada tahun 2004.Otoritas pendidikan ukuran ini dianggap penting untuk menciptakan transisi yang lebih halus bagi siswa dari taman kanak-kanak ke sekolah di tingkat dasar.

Pendidikan Dasar

Sekolah dasar terdiri dari kelas satu sampai enam dan telah wajib konstitusi sejak tahun 1917.

Pendidikan Menengah

Pendidikan Menengah bawah

Persyaratan penerimaan umum lebih rendah sekolah menengah termasuk menyelesaikan pendidikan dasar dan ujian masuk. Sekolah menengah rendah semakin terkait dengan pendidikan dasar, sedangkan sekolah menengah atas terutama di bawah naungan lembaga tingkat tersier. Perlu dicatat bahwa istilah “secundaria” selalu mengacu pada studi sekunder lebih rendah dan tidak pernah belajar lebih tinggi sekunder. Yang lebih rendah siklus sekunder meliputi program akademik yang dirancang untuk mengarah pada pendidikan lebih lanjut (escuela secundaria), serta program kejuruan (escuela secundaria técnica). Setelah menyelesaikan tiga tahun escuela secundaria, para pelajar menerima transkrip yang komprehensif yang memungkinkan mereka untuk diterapkan ke sekolah menengah yang lebih tinggi.

Pendidikan Menengah atas

Masuk ke sekolah menengah atas tergantung pada kebijakan kelembagaan. Ujian berstandar telah dikembangkan oleh CENEVAL / Centro Nacional de Evaluación (Pusat Nasional untuk Evaluasi) bagi lulusan sekolah menengah pertama dan digunakan sebagai kriteria penerimaan untuk sekolah menengah atas.
Atas-sektor sekunder, yang dikembangkan untuk sebagian besar secara terpisah dari pelayanan nasional pendidikan (September), sangat beragam dalam hal jumlah program akademik dan struktur program yang ditawarkan. Secara tradisional, program sekunder lebih tinggi ditawarkan di bawah naungan universitas lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, Namun, September dan individu pendidikan kementerian negara telah membantu perkembangan pembangunan colegios berdiri sendiri, dan jumlah sekolah swasta persiapan independen telah terus semakin meningkat. Sekunder lebih tinggi program persiapan universitas secara tradisional telah mempersiapkan siswa dengan disiplin - streaming di bidang seperti pra-engineering, pra-kedokteran, atau humaniora antara lain. Tren baru-baru ini, bagaimanapun, adalah program untuk menawarkan kurikulum akademis yang lebih umum. Lulusan (bachilleres) dari program-program menengah atas melekat pada perguruan tinggi dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi lainnya secara tradisional telah diberikan pengakuan secara otomatis (Pase automatico) untuk program-program lembaga pendidikan mereka, sedangkan siswa mendaftar dari tempat lain harus duduk ujian penerimaan.
Setelah menyelesaikan akademik program persiapan universitas, lulusan menerima sertifikat transkrip membuktikan penyelesaian program. Transkrip dikeluarkan oleh, atau didukung oleh lembaga pendidikan tinggi yang lebih tinggi sekolah menengah berafiliasi atau lembaga pemerintah pembimbing. Secara umum, setelah menyelesaikan akademik program persiapan universitas serta program-program teknis menggabungkan studi persiapan universitas, transkrip di suatu tempat akan menyatakan bahwa mahasiswa tersebut telah menyelesaikan studi tentang “bachillerato” atau “preparatoria” (universitas-studi persiapan). Lulusan tidak selalu menerima gelar diploma atau sertifikat yang menunjukkan conferral dari judul bachiller (bujangan), seperti yang biasanya terjadi di negara-negara Amerika Latin lainnya.
Pendidikan Tinggi
Sistem pendidikan tinggi telah berkembang di masa lalu sangat seperempat abad. Pada periode 1971-2000, total pendaftaran meningkat lebih dari enam kali lipat dari 290.000 ke 1.962.000, sedangkan dalam dekade terakhir abad kedua puluh saja ada 50 persen peningkatan enrollments tersier. The “membuka” dari sistem datang dalam menanggapi tuntutan sosial untuk akses ke studi tersier sebagai ukuran kelas menengah meningkat dengan perkembangan ekonomi yang cepat.
Masuk ke Perguruan Tinggi
Penyelesaian akademik atau teknis-sekolah menengah atas program (preparatoria atau bachillerato) yang biasanya diperlukan untuk masuk ke lembaga-lembaga tingkat tersier. Departemen universitas tertentu mengharuskan siswa masuk menyelesaikan program sekunder lebih tinggi dalam sebuah lagu yang relevan dengan calon mereka bidang studi utama. Sebagai contoh, mahasiswa yang ingin belajar kedokteran pada umumnya diperlukan untuk telah menyelesaikan program di bachillerato biologi atau pra-kedokteran lagu. Untuk alasan ini, lulusan dari program-program seni liberal yang ingin mengikuti teknis / program ilmiah mungkin diperlukan untuk menyelesaikan sebuah program bachillerato kedua secara ilmiah / teknis stream dalam rangka untuk menutupi kekurangan. Namun, biasanya, mahasiswa dibebaskan dari mata kuliah umum ditawarkan di setiap program bachillerato, karena hanya mengambil jalur khusus kursus.
Proses seleksi di lembaga-lembaga pendidikan tinggi sangat berbeda, yang mencerminkan permintaan untuk dapat masuk ke program-program mereka. Kelembagaan ujian masuk dan titik grade bachillerato mekanisme rata-rata adalah lembaga yang secara tradisional memanfaatkan dalam memilih siswa yang masuk. Beberapa institusi memberikan berafiliasi lulusan program bachillerato otomatis masuk (Pase automatico), sedangkan bachillerato membutuhkan lulusan dari lembaga-lembaga lain untuk menjalani ujian masuk dan untuk memenuhi persyaratan akademik.
Mexico, sampai baru-baru ini, tidak memiliki standar nasional ujian untuk menunjukkan performa akademis lulusan SLTA. Sejak 1994, lebih tinggi keluar pemeriksaan sekunder dirancang oleh CENEVAL semakin telah digunakan untuk proses penerimaan pendidikan yang lebih tinggi. Beberapa universitas menggunakan versi Spanyol ujian sekolah menengah dirancang oleh Dewan College di Amerika Serikat sebagai ujian penerimaan.
Program dan Kebijakan untuk Meningkatkan Pendidikan Di Meksiko
Karena pertumbuhan yang luar biasa di sekolah, pendidikan tinggi massification, globalisasi ekonomi dan pendidikan, dan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya pendidikan, otoritas pendidikan telah menerapkan banyak undang-undang baru, reformasi pendidikan, dan struktur yang dirancang untuk pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan di Meksiko.
Salah satu protagonis utama dalam reformasi pendidikan di Meksiko adalah ANUIES, yang Asociación Nacional de Universidades e Instituciones de Educación Superior (National Association of Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi). ANUIES adalah sebuah badan non-pemerintah yang didirikan pada tahun 1950 yang terlibat dalam pendidikan tinggi penilaian dan perencanaan. Ini memberikan nasihat dan bekerja dengan badan-badan pemerintah dan komite kebijakan pendidikan dan berfungsi sebagai clearing house untuk pendidikan informasi dan statistik. ANUIES menerbitkan buku dan monograf tentang pendidikan tinggi, dan buletin kuartalan, Revista de la Educación Superior (Higher Education Review). ANUIES terdiri dari 146 dari publik terkemuka dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi swasta yang mewakili 85 persen dari pendidikan tinggi di Meksiko siswa.

Semua Lembaga Pelatihan Guru Berubah untuk Lembaga Pendidikan Tinggi

Pada tahun 1984, undang-undang itu disahkan membuat persyaratan penerimaan bachillerato ke Escuelas normales (sekolah pendidikan guru). Sebelumnya, TK dan guru sekolah dasar menyelesaikan kurikulum empat tahun setelah sembilan tahun dasar dan sekolah menengah rendah. Several years were needed for full implementation of this new law. Beberapa tahun yang diperlukan untuk pelaksanaan penuh undang-undang baru ini. Dengan undang-undang baru, yang diberi nama normales Escuelas Escuelas normales superiores (sekolah pelatihan guru yang lebih tinggi).
Saat ini, normales Escuelas pemegang diploma superiores menawarkan program gelar untuk taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, pendidikan khusus, dan guru pendidikan jasmani. Mereka juga menawarkan berbagai jenis sarjana dan program pendidikan berkelanjutan. Ada juga enam tahun program musim panas (Cursos intensivos) dirancang untuk para guru yang menyelesaikan pelatihan guru di tingkat menengah atas untuk meningkatkan kualifikasi mereka ke tingkat pemegang diploma. The Universidad Nacional Pedagógica juga menawarkan tiga tahun khusus non-residential licenciado program sarjana untuk guru dilatih di tingkat menengah atas di samping guru lain pelatihan dan program pendidikan.

Universitas Teknologi Sistem

Pada tahun 1991, tipe baru lembaga pendidikan tinggi, Universidad Tecnológica, didirikan. Universitas yang menawarkan teknologi ini diterapkan program dua tahun dalam administrasi bisnis, teknologi, dan ilmu-ilmu yang diterapkan mengarah pada kualifikasi unggul Técnico Universitario (universitas teknisi yang lebih tinggi). Dua tahun terdiri dari enam program 15-minggu semester dengan 30 persen dari kurikulum pengajaran yang teoritis dan 70 persen instruksi praktis dan proyek. Sampai pendirian lembaga ini, hampir semua penelitian teknologi ditawarkan baik di tingkat menengah atas atau dalam empat atau lima tahun program gelar universitas. Sistem Universidades tecnológicas ini dikelola oleh kementerian negara pendidikan, dan jumlah total lembaga telah tumbuh total 60 sebagai tahun 2006.
Persamaan dan perbedaan
Dari kajian system pendidikan di atas, penulis menemukan adanya beberapa persamaan dan perbedaan system pendidikan yang diterapkan pada dua Negara tersebut.
persamaan system pendidikan di kedua Negara tersebut adalah sebagai berikut :
1. Usia siswa yang belajar pada setiap jenjangnya yaitu SD 6-11, SMP 11-13 tahun, sekolah menengah atas usia 13 – 15 tahun, dan pendidikan tinggi antara 15 – 19 tahun. Sedangkan usia siswa yang belajar di Meksiko yaitu sekolah dasar usia 6 – 11 tahun, sekolah menengah usia 11 – 13 tahun, siswa sekolah menengah usia 13 – 15 tahun, pendidikan tinggi usia 15 – 19 tahun.
Sedangkan perbedaannya:
1. Di indonesia pendidikan diwajibkan masuk belajar 9 tahun sedangkan di meksiko pendidikan wajib yaitu dari pendidikan pra sekolah 1tahun sampai kelas 6 .
2. Di indonesia sudah membatasi warga negara Indonesia atau negara asing yang berada di Indonesia untuk meneruskan pendidikan. Sedangkan di meksiko ada jurang pendidikan yang di kalangan rakyat meksiko yaitu membatasi pendidikan bagi penduduk indian
3. Sistem kredit pada perguruan tinggi di Meksiko Tidak semua lembaga-lembaga pendidikan tinggi menggunakan sistem kredit tentu saja untuk mengukur secara kuantitatif jumlah cara menyelesaikan studi di sebuah program, dan tidak semua lembaga kredit mempekerjakan menggunakan definisi yang sama.. The National Association of Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi / ANUIES (Asociación de Universidades e Instituciones de Educación Superior) telah merekomendasikan skema berikut untuk alokasi kredit: kredit masing-masing dua jam dari instruksi teoretis dan satu kredit untuk setiap jam pengajaran praktis. The Universidad Nacional Otonom / UNAM menggunakan definisi ANUIES. Sistem kredit ini juga dapat digunakan dalam program menengah atas. Licenciado gelar siswa biasanya mengumpulkan minimal 300 kredit selama empat tahun program. Sedangkan sistem kredit perguruan tinggi menerapkan system kredit semester (SKS). Di perguruan tinggi, seorang mahasiswa jika dapat menghabiskan jumlah kredit mata kuliah yang ditargetkan dn dapat menempuhnya dalam waktu tertentu sesuai dengan rencana yang diprogramkan, mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan pendidikan tinggi Strata 1 (S1) dalam waktu 4 tahun. Namun bila tidak sanggup karena banyak mengulang mata kuliah yang rendah nilainya atau karena cuti, waktu yang ditempuh untuk diwisuda sebagai seorang sarjana bisa lebih dari 4 tahun.
4. System penjenjangan persekolahan pendidikan di Indonesia menggunakan pola 6-3-3-4, yaitu 6 tahun bagi SD, 3 tahun bagi SMP, 3 tahun bagi SMA dan 4 tahun di perguruan tinggi. Sedangkan di Meksiko menggunakan pola 1-6-3-3-4, yaitu 1di TK,6 tahun di primary pendidikan, 3 tahun sekolah
menengah, 3 tahun siswa sekolah menengah atas, 4 tahun diperguruan tinggi.















PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI TURKI DAN DI INDONESIA
Peta Negara Turki
Alam dan geografi: Wilayah Turki meliputi benua Asia dan Eropa, terletak di antara Laut Tengah dan Laut Hitam, sebagian besar terletak di Semenanjung Asia Kecil, bagian Eropa berada di selatan Semenanjung Balkan, luas seluruh negeri 780.576 km persegi. Selat Bosborus dan Selat Dardanella dan Laut Marmara di antara kedua selat itu sebagai satu-satunya jalur laut yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Tengah memiliki letak strategis sangat penting.
Daerah sepanjang pantai beriklim Laut Tengah subtropik, dataran tinggi daratan berangsur-angsur beralih ke iklim padang rumput tropik dan iklim padang pasir, beda temperatur cukup besar, temperatur rata-rata sepanjang tahun masing-masing 14~20 deajat Celsius dan 4~18 deajat Celsius.
Populasi: Jumlah penduduk 67,31 juta orang ( 2002). Etnis Turki menempati lebih 80 persen jumlah penduduk, dan etnis Kurdi 15 persen. Bahasa Turki adalah bahasa nasional. 99 persen dari jumlah penduduk seluruh negeri menganut agama Islam
.Ibukota: Ankara, terletak di bagian barat laut Dataran Tinggi Anatolia, merupakan sebuah kota kuno dan mempunyai penduduk 3,90 juta orang (2002).                                       
Peta Indonesia
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 212 juta jiwa pada tahun 2002 Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok  suku   yang   lebih  spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.
SBI adalah proyek prestisius karena akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat 50 persen, Pemerintah Propinsi 30 persen, dan Pemerintah Kabupaten/Kota 20%. Untuk setiap sekolah, Pemerintah Pusat mengeluarkan 300 juta rupiah setiap tahun paling tidak selama 3 (tiga) tahun dalam masa rintisan tersebut. Siswa yang bisa masuk ke sekolah tersebut, adalah mereka yang dianggap sebagai bibit-bibit unggul yang telah diseleksi ketat dan yang akan diperlakukan secara khusus. Jumlah siswa di kelas akan dibatasi antara 24-30 per kelas. Kegiatan belajar mengajarnya akan menggunakan bilingual.
Pada tahun pertama, bahasa pengantar yang digunakan 25 persen bahasa Inggris, 75 persen bahasa Indonesia. Pada tahun kedua, bahasa pengantarnya masing-masing 50 persen untuk Inggris dan Indonesia. Pada tahun ketiga, bahasa pengantar menggunakan 75 persen bahasa Inggris dan 25 persen bahasa Indonesia. Karena dianggap sebagai bibit unggul, maka siswa diprioritaskan untuk belajar ilmu eksakta dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT/Information and Communication Technology). Karenanya, siswa kelas khusus ini diberi fasilitas belajar tambahan berupa komputer dengan sambungan internet. Kurikulum yang akan diberikan kepada mereka agar ‘berstandar internasional’ tidak jelas karena hanya disebutkan rumusnya adalah SNP + X.
SNP adalah Standar Nasional Pendidikan sedangkan X hanya disebutkan sebagai penguatan, pengayaan, pengembangan, perluasan, pendalaman, melalui adaptasi atau adopsi terhadap standar pendidikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional umpamanya Cambridge, IB, TOEFL/TOEIC, ISO, UNESCO.
Dengan mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti Cambridge atau IB (International Baccalaureate), sebenarnya, para murid dipersiapkan untuk memasuki jenjang perguruan tinggi di luar negeri.
Sekolah bertaraf internasional merupakan salah satu program Departemen Pendidikan Nasional untuk meningkatkan mutu sekolah.
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan menengah Departemen Pendidikan telah menetapkan 260 sekolah sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Untuk mencapai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) maka  kesiapan Sumber Daya Manusianya merupakan hal yang sangat penting karena  akan mempengaruhi kualitas proses pembelajaran, iklim sekolah,budaya sekolah, prestasi belajar siswa dan lain –lain.
Untuk memberi nilai tambah Rintisan SBI , Direktur Tenaga Kependidikan Depdiknas mengirim 100 kepala RSBI ke Singapura, 75 kepala sekolah RSBI ke Malaysia dan 50 kepala RSBI ke Turki, untuk belajar dan membahas tentang sistem pendidikan, kurikulum, sistem pembelajaran, sistem pengawasan sekolah dan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah. Dengan melihat langsung penyelengaraan pendidikan di Negara-negara tersebut diharapkan mereka lebih percaya diri dan termotivasi untuk meningkatkan mutu sekolahnya agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah berkelas dunia.
Pada tanggal 6 sd 16 Oktober 2008 sebanyak 50 kepala sekolah RSBI diberangkatkan ke Turki oleh Direktorat Jendral peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan departemen pendidikan nasional untuk melakukan studi banding dengan sekolah-sekolah yang ada di negara Turki yang bertaraf internasional. Selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk pelatihan kepemimpinan kepala-kepala sekolah agar memiliki pengetahuan dan wawasan global.
Mirwani (2010), salah satu peserta dalam kegiatan ini, mengatakan semua kepala sekolah ditempatkan di salah satu guesthouse SMA Boarding School yang bernama Ahmed Ulusoy Liseleri. Pada prinsipnya pendidikan yang ada di negara Turki hampir sama dengan yang ada di Indonesia, tingkat dasar (Primary School) ditempuh dalam waktu 8 tahun dan tingkat lanjutan (High School) ditempuh dalam waktu 4 tahun jadi jumlah semuanya 12 tahun, hal ini sama dengan pendidikan di Indonesia yaitu 12 tahun yang terdiri dari SD 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun.
 Sistem pendidikan di Turki dimulai dari anak usia 3 sampai 6 tahun dikategorikan Pre School. Periode ini tidak wajib bagi orangtua untuk mengirim anaknya ke sekolah. Tingkat partisipasi masyarakat mengirim anak mereka hanya 33% dari usia anak pre school. Pendidikan wajib belajar dimulai dari anak berusia 6 sampai dengan 14 tahun ( 8 tahun wajib belajar). Sistem pendidikan di Turki menggabungkan antara sekolah dasar dan SMP, di Indonesia menjadi satu nama yaitu pendidikan dasar. Setamat dari pendidikan dasar anak bisa melanjutkan ke sekolah umum (SMA) atau kejuruan (SMK) selama 4 tahun.
 Konsep pendidikan sekolah berasrama di negara Turki sama dengan konsep pendidikan di sekolah Indonesia, lokasi yang terisolir dari keramaian kota menghindari dampak-dampak negatif lingkungan sekitar pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan didalam kampus dan melarang seluruh siswa-siswanya untuk menggunakan televisi, handphone dan lain sebagainya yang dianggap menggangu proses belajar mengajar.
Rekruitmen murid dilakukan secara selektif dengan mengutamakan potensi akademik dan kesediaan orangtua untuk membantu semua program-program sekolah, tenaga-tenaga pendidik yang ada juga melalui proses seleksi yang ketat tidak sembarang orang bisa menjadi guru disekolah ini, sehingga guru yang mengajar betul-betul ahli dalam bidangnya dan memiliki kompetensi yang digariskan oleh lembaga pendidikan tersebut.
Proses pembelajaran yang dilakukan penuh dengan kedisplinan yang tinggi, semua guru yang mengajar harus mengacu kepada silabus yang telah ditentukan dan membuat persiapan mengajar sebelum PBM dimulai. Selain itu semua guru juga dihimbau untuk berprestasi dalam bidang yang diampu, baik prestasi akademik maupun non akademik.
Maka sangatlah wajar bilamana dari sekolah ini muncul output (alumni) yang berkualitas. Sehingga dapat kita lihat juara-juara olimpiade dunia dalam bidang sains banyak datang dari sekolah ini.
Kepala sekolah melihat sendiri pelaksanaan  pembelajaran di Turki. Mereka melihat langsung kegiatan moving class, aktifitas organisasi semacam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan MKKS ( Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan lain-lain. Mereka juga melihat setelah jam pelajaran usai guru-guru di sana masih tinggal di sekolah sampai sore untuk mendiskusikan persoalan-persoalan yang muncul pada hari itu.
Di Turki juga terlihat hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dengan masyarakat. Turki merupakan contoh sangat baik tentang kedekatan hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Bahkan sekolah menyediakan kamera monitor yang bisa diakses langsung oleh orang tua siswa dari rumahnya. Orang tua bisa mengetahui kegiatan anaknya di sekolah,aktifitasnya  didalam kelas dan lain-lain. Jadi orang tua ikut mengawasi jalannya kegiatan pembelajaran. Dengan demikian guru juga tidak bisa berbuat macam-macam. Dan guru-guru disana memperlakukan siswa-siswanya dengan sangat baik.

Menurut Menteri Pendidikan, dipilihnya Turki karena merupakan satu-satunya negara yang bisa dijadikan contoh tentang besarnya perhatian masyarakat bisnis terhadap pendidikan. Mereka menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membangun pendidikan. Apalagi mayoritas penduduknya beragama islam seperti di Indonesia.
 Menurut Fajrun Najah (2006) Pendidikan di Turki dapat lebih maju dibandingkan di negeri kita.  Peran masyarakat dan perusahaan (stakeholder) sangat tinggi, sehingga pendidikan di Turki lebih maju dibandingkan di Indonesia. Padahal  prestasi anak-anak kita lebih gemilang prestasinya.   Anak-anak kita banyak yang sukses dalam berbagai ajang olympiade sains. Bahkan putra Indonesia semacam Prof Dr BJ Habibie diakui kemampuannya di dunia internasional. Bahkan semestinya bangsa kita patut berbangga karena memiliki saintis belia yang mengukir prestasi tingkat dunia.   Berbagai penelitian dari lembaga-lembaga internasional memang menempatkan Indonesia pada urutan-urutan terakhir dalam strata kualitas pendidikan. Mereka menilai, kita kurang bermutu, tapi sebenarya bukan disitu letak soalnya.   
 Secara umum instrument inputnya yang kurang memadai, hingga menyebabkan proses pembelajaran tidak dapat berjalan secara optimal.  Karena guru sebagai salah satu unsur instrument input, dengan penghasilan yang pas-pasan, ditambah dengan fasilitas belajar yang kurang tersedia dengan baik, bagaimana mungkin mengharapkan mereka dapat berbuat secara optimal. Di sisi lain, ada kesenjangan kualitas yang sangat tinggi.Di Indonesia ada sekolah-sekolah yang mampu menyediakan semua unsur instrument inputnya secara sangat memadai, seperti fasilitas belajarnya, guru-guru yang hidupnya sejahtera,  metode mengajar yang variatif dan berpusat pada murid, tetapi dibelahan lain ada lebih banyak lagi sekolah yang tidak memiliki apa-apa kecuali semangat untuk tetap eksis.
 Kesenjangan inilah yang kemudian menunjukkan pada kita semua bahwa hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang muridnya punya peluang untuk menunjukkan kemampuan intelektual mereka, sementara butir-butir mutiara yang tersebar luas di segala penjuru tanah air tidak dapat terlalu banyak berharap. Karena itu kesenjangan inilah yang perlu diatasi, dan sesuai amanat konstitusi, peran masyarakat, para pengusaha dan para donatur untuk berperan aktif dalam melakukan pembinaan, pemerataan kualitas pendidikan dengan memberikan nilai-nilai positif baik materiil maupun imateriil.  
 Nirwan (2009) mengatakan, kepeduli masyarakat terhadap mutu pendidikan dan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan di Turki. Sebagai contoh adalah Sekolah menengah “ Ahmet Ulusoy”. Lokasi Sekolah menengah Ahmet Ulusoy ini merupakan sumbangan dari seorang konglemerat di daerah Cankaya yang bernama Ahmet Ulusoy. Sekolah ini merupakan satu dari 7 sekolah di bawah naungan Atlantik School di daerah Cankaya( bagian dari kota Ankara). Jumlah murid di sekolah ini 750 orang , 200 orang siswa tinggal di asrama putera dan 35 siswi tinggal di asrama puteri. Bagi siswa-siswi yang tinggal bersama orangtua disediakan 50 buah bis sekolah untuk antar jemput.

Sekolah dilaksanakn Senin s.d Jumat dari jam 09.00 s.d 16.30. Ilhan Yerli, general manajer yang mengelolah 7 sekolah Atlantik di daerah Cankaya, mengatakan bahwa tidak hanya orang kaya saja yang peduli akan pendidikan anak-anak di Turki akan tetapi semua masyarakat juga sangat peduli akan hal yang satu ini. Semua orang baik kaya maupun orang yang hidup pas-pasan sudah terbiasa menyumbangkan uang mereka untuk memajukan pendidikan. Yang lebih berkesan lagi bahwa setiap penyumbang, besar atau kecil, tidak pernah ikut campur tentang penggunaan uang yang mereka sumbangkan.
  Jadi di Turki baik orang kaya maupun yang hidup pas-pasan semua sudah terbiasa menyumbangkan uang mereka untuk kemajuan pendidikan anak-anak mereka  sehingga pendidikan di Turki dapat lebih maju dan merata bagi semua anak, sedangkan di Indonesia hanya sebagian kecil saja dari orang kaya dan pengusaha yang membangun sekolah bertaraf Internasional, itupun hanya mereka yang mempunyai biaya saja yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di sana karena untuk masuk ke sekolah swasta bertaraf Internasional perlu biaya yang sangat besar.


















PERBANDINGAN PENDIDIKAN
DI UKRAINA DENGAN INDONESIA
Sistem Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi di Ukraina merujuk pada keseluruhan sistem pendidikan di atas tingkat sekolah lanjutan. Sistem ini meliputi  sekolah teknik dan kejuruan di tingkat pertama, perguruan tinggi teknik dan kejuruan di tingkat kedua, dan sekolah tinggi serta universitas, yang dianggap tingkat ketiga dan keempat. Dalam tulisan ini, kita akan berfokus pada pendidikan universitas, sehingga istilah “pendidikan tinggi di Ukraina” berarti pendidikan di tingkat universitas.
Pendidikan tinggi di Ukraina dimulai dengan keberhasilan menyelesaikan pendidikan lanjutan dan melewati ujian masuk universitas. Ujian ini dikordinasikan dan diawasi oleh Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina. Gelar yang diberikan pada saat penyelesaian program meliputi Sarjana, Master dan Doktor. Meski terdapat sejumlah gelar yang diberikan di antara gelar tersebut, ketiga gelar yang disebutkan di atas merupakan gelar yang paling strategis.
Durasi minimal pendidikan universitas yang diperlukan untuk memperoleh gelar universitas adalah empat tahun ajaran untuk program sarjana. Program studi kedokteran memerlukan jangka waktu lebih lama, hingga enam tahun. Program M.Sc. (Magister Ilmu Pengetahuan) dan PhD. (Doktor) memerlukan pertambahan waktu, dari satu hingga lima tahun atau lebih, tergantung program, jurusan, gelar yang dikejar dan komitmen pelajar.
Bahasa yang digunakan adalah sebagai berikut:
Bahasa Ukraina (bahasa nasional)
Pelajar Ukraina belajar dalam bahasa nasional mereka, sementara pelajar asing memiliki pilihan bahasa Ukraina atau Inggris. Pilihan ini tergantung pada ketersediaan program dalam bahasa Inggris. Pelajar asing yang memilih belajar dalam bahasa Ukraina atau Rusia harus melewati satu tahun kursus persiapan bahasa, di mana mereka menjalani pelajaran bahasa dan kursus persiapan yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang akan dipelajari. Pada saat kelulusan, mereka akan menerima setifikat keahlian bahasa tambahan, sebagai ganti dari pertambahan waktu yang dihabiskan. Seorang pelajar yang belajar dalam bahasa Inggris melewatkan tahap persiapan ini, tetapi  dia akan mempelajari bahasa Inggris sebagai mata kuliah terpisah dalam program akademis mereka.
Satu tahun ajaran dimulai pada 1 September hingga 31 Juni. Masa waktu ini dibagi ke dalam dua semester diselingi istirahat musim dingin selama dua minggu pada Januari, dan libur panjang dari 1 Juli hingga 31 Agustus. Bagi pelajar asing yang tiba di Ukraina untuk pertama kalinya, tanggal permulaan akademik mereka tergantung pada pilihan bahasa belajar mereka. Jika pelajar tersebut belajar dalam bahasa Inggris, maka pelajar itu diharuskan tiba lebih awal agar mempersiapkan diri untuk kegiatan akademik pada 1 September. Namun, bagi pelajar yang harus mengikuti program pembelajaran bahasa dizinkan untuk datang setelahnya, untuk memulai kelas bahasa.
Perlu diingat: Jika Anda melewatkan beberapa kelas Anda harus menggantikannya dengan kelas tambahan.
Gelar Sarjana di Ukraina meliputi 4 tahun ajaran (3 tahun dan 10 bulan) dan setara dengan 247 SKS; Gelar Magister 2 tahun ajaran (1 tahun dan 10 bulan) dan setara dengan 120 SKS; Program Doktor dan D.Sc. berlangsung selama 3 tahun ajaran. Sekolah Persiapan berlangsung 1 tahun ajaran (10 bulan). Setiap minggu akademik sama dengan 54 jam akademik atau sama dengan 1.5 kredit.
Pelajar asing harus mengikuti aturan dan pedoman yang sama yang mengatur pendidikan tinggi di Ukraina. Satu-satunya persyaratan tambahan adalah pelajar asing diharuskan untuk mensahkan ijazah mereka kepada Kementerian Luar Negeri pada saat kelulusan. Hal ini menegaskan bahwa ijazahnya benar-benar dikeluarkan dari universitas Ukraina bonafit dan terakreditasi. Kegagalan dalam melakukan legalisasi ini mungkin membuat ijazah berada di bawah pengawasan ketat, dan dalam beberapa kasus, ditolak atau dibatalkan ketika diajukan.
Ukraina memiliki populasi yang padat dari pelajarnya yang mengenyam pendidikan tinggi, dalam bidang dan spesialisasi berbeda-beda. Di antara populasi ini adalah komunitas pelajar internasional yang terus berkembang, yang datang ke Ukraina tiap tahunnya untuk tujuan pendidikan. Sistem pendidikan tinggi di Ukraina menampung penggabungan pelajar asing, dengan pemberian ijazah yang diakui secara internasional pada saat kelulusan. Ijazah tersebut kemudian disahkan oleh Kementerian Luar Negeri, untuk keabsahan. Jika negara asal pelajar membina hubungan diplomatis bersama Ukraina, pihak negara asal juga membubuhkan cap konsuler pada ijazah dan transkrip nilai, untuk kebenaran lebih lanjut.
Tidak seperti banyak negara-negara Eropa lainnya, pendidikan tinggi di Ukraina memiliki perbandingan biaya yang lebih murah. Sebagai sebuah negara berdaulat muda, Ukraina stabil secara sosial, dengan penerimaan yang hangat bagi pelajar asing.
Top of Form

Bottom of Form








PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA ARGENTINA DAN NEGARA INDONESIA DITINJAU

DARI JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Fungsi Pendidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan penjelasan diatas semakin memperjelas peran pendidikan bagi Negara Indonesia yaitu untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.
UNESCO dalam Education Development Index menyatakan bahwa, tingkat perkembangan pendidikan Indonesia terletak pada peringkat 102 dunia (Wikipedia.com), sementara itu bebas buta aksara masyarakat indonesia berada pada peringkat 95 sebesar 87,9% . Kondisi ini merupakan kondisi yang cukup memprihatinkan, karena hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan di indonesia belum berjalan dengan optimal.
Ini adalah obat pahit yang harus ditelan bangsa ini, agar dapat menjadi refleksi terhadap potret pendidikan bangsa ini. Namun ini bukanlah harga mati bagi bangsa ini karena masih banyak peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini, jika bangsa ini mau belajar dengan bangsa lain yang telah mengalami kamajuan dalam bidang pendidikan.
Pembahasan
1.      Masa Belajar
Berdasarkan tabel diatas, sekolah dasar di negera Argentina dilaksanakan selama tujuh tahun, dengan tahun akademik maret sampai Desember dan berlangsung sekitar 200 hari (40 jam/tahun dengan jumlah jam belajar 23,5 jam/minggu). Sekolah ditutup untuk liburan nasional, seperti Jumat Agung dan Paskah, dan dua minggu pada bulan Juli untuk berlibur. sementara itu penyelenggaraan pendidikan Sekolah Dasar berlangsung 6 tahun dengan waktu efektif  belajar 34 minggu / tahun, jumlah jam belajar 27-38 /minggu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya persamaan antara masa belajar Sekolah Dasar yang dilaksanakan oleh Negara Argentina (7 tahun) dan Indonesia (6 tahun). Namun jika kita melihat efektifitas pendidikan Sekolah Dasar di Argentina lebih efektif dibandingkan dengan negara Indonesia, salah satu indikator yang dapat dilihat adalah tingkat bebas buta aksara pendidikan di argentina lebih tinggi dibanding dengan negara Indonesia.
2.      Penyelenggara Sekolah
Pendidikan Sekolah Dasar di negara Argentina dilakukan oleh Pemerintah dan swasta. Dalam hal ini pemerintah menanggung biaya pendidikan sekolah dasar untuk sekolah Negeri, untuk sekolah swasta hanya diberi subsidi. Pada sekolah Negeri jm belajar dilaksanakan setengah hari (pagi atau siang), sekolah swasta diberikan kebebasan dalam menentukan jam belajar sekolah mereka.
Penyelenggaran Pendidikan di negara Indonesia sama seperti yang tergambar dalam negara Argentina. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan perlakuan pemerintah terhadap pendidikan sekolah Dasar pada masing-masing negara.
 3.      Kurikulum (mata pelajaran)
Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa jumlah materi pelajaran pada negera Argentina lebih sedikit dibanding negara Indonesia. Pelajaran resmi di argentina terdiri dari Bahasa Spanyol, matematika,  ilmu pengetahuan sosial,  ilmu pengetahuan alam, pelatihan (musik, seni estetika, dan kerajinan tangan), pendidikan jasmani. Sementara itu, pelajaran Resmi di Indonesia terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani dan olahraga dan Muatan Lokal.
Pada akikatnya perbedaan jumlah mata pelajaran pada kedua negara tersebut tidak begitu mencolok, hal ini disesuaikan dengan keyakinan dan ideologi suatu negara. Karena negara indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan agama meka mata pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang mutlak harus dilakukan.

 4.      Rasio guru dan murid
Perbedaan yang signifikan terletak pada rasio/perbandingan jumlah guru dan murid pada masing masing negara. Rasio guru dan murid di Argentina 17:1, sementara di Indinesia rasio antara guru dan murid 20:1(akan tetapi penyebaran tidak merata). Penyebaran guru  di Indonesia yang tidak merata ini diakui oleh mantan menteri Pendidikan Nasional Bambang sudibyo.
Jika kita melihat peringkat (Education Development Index (EDI) dan peringkat bebas buta aksara kedua negara cukup jauh berbeda. Rasio/perbandingan jumlah guru dan murid dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan negera Argentina lebih maju dibanding negara Indonesia. Penyebaran guru yang tidak merata yang dialami negara Indonesia menyebabkan tidak optimalnya proses pendidikan yang telah diselenggarakan.
 5.      Ujian Nasional
Masing-masing negara melakukan Ujian akhir Nasional, namun yang jadi perbadaan adalah konsekuensi yang harus diambil siswa jika tidak lulus dalam melakukan ujian Nasional. Ujian yang dilakukan di Argentina berlangsunga dengan dua tahap, jika pada tahap pertama siswa tidak lilus ujian, maka siswa harus mengikuti ujian nasional tahap kedua, jika siswa tidak lulus pada tahap kedua ini maka siswa harus mengulang sekolah dari awal. Hal ini menyebabkan banyaknya siswa yang putus sekolah (1990 terdapat hanya 65% siswa yang menyelesaikan jenjang pendidikan Dasar).

6.      Pendidikan Olahraga (sepakbola)
Di Indonesia tidak terdapat sekolah khusus atltit sepakbola (masih bersifat non formal). Pendidikan sepakbola dilakukan oleh club-club sepakbola. Asosiaso sepakbola Indonesia (PSSI) tidak menyelenggarakan pendidikan sepakbola, PSSI hanya mengambil pemain-pemain yang telah dilatih dan di didik oleh klub-klub di indonesia.
Berbeda halnya dengan Argentina, pelatihan/pendidikan sepakbola dikelola oleh asosiasi sepakbola argentina. Tidak hanya untuk pemain akan tetapi juga pelatihan/pendidikan wasit. Pemerintah Argentina mengambil kebijakan ini dikarenakan sebagian dari pemuda di Argentina mengalami putus sekolah, pengangguran sehingga dijadikan pelatihan/pendidikan sepakbola untuk memberdayakan mereka.















STUDI KOMPARATIF JENJANG PENDIDIKAN FORMAL
 DI PAKISTAN DAN DI INDONESIA
Studi perbandingan pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan system pendidikan Negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan yang terjadi pada system pendidikan negara tersebut.  Salah satu bagian dalan sistem pendidikan suatu negara adalah jenjang pendidikan formal. Untuk itulah pada kesempatan kali ini penulis mencoba menguraikan perbandingan jenjang pendidikan formal di negara Pakistan dan di Indonesia.  Penulis tertarik untuk mengkaji Negara Pakistan karena Negara ini memiliki ciri khas pendidikan keagamaan yang kuat dan memiliki pemimpin wanita terkenal yaitu Benazir Bhuto, yang sangat peduli terhadap pendidikan di negaranya, khususnya pendidikan bagi kaum wanita. 
Makalah ini ditulis atas dasar kajian pustaka dari berbagai sumber yang relevan, makalah ini diharapkan akan dapat menambah bahan, dan kajian penulis tentang pemahaman jenjang pendidikan formal di kedua Negara ini.
Pendidikan di Pakistan
1.        Profil Negara Pakistan  
Nama Negara
:
Republik Islam Pakistan
Ibukota
:
Islamabad
Merdeka tahun
:
14 Agustus 1947
Hari Nasional
:
14 Agustus (Independence Day) 23 Maret (Pakistan Day)
Lagu Kebangsaan
:
Pak Ser Zamen Shadbad
Bendera
:
Putih (depan) dan Hijau (bagian belakang dan ditengahnya ada bulan sabit putih)
Bapak Bangsa
:
Quaid-I-Azam Muhammad Ali Jinnah (1876-1948)
Budayawan Bangsa
:
Allama Muhammad Iqbal (1877-1938)
Kepala Negara
:
Presiden Asif Ali Zardari
Kepala Pemerintahan
:
PM Syed Yousuf Raza Gilani
Ketua Parlemen
:
Dr. Fehmida Mirza
Menteri Luar Negeri
:
Makhdoom Shah Mahmood Qureshi
Bahasa Nasional
:
Urdu (Inggris digunakan pada kantor-kantor pemerintah)
Agama
:
97% Islam (Sunni 77%, Shiah 20%) 3% campuran Katolik, Hindu, Budha, dll.
Jumlah Penduduk
:
163 juta, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 2,3 % per tahun
Etnis Suku
:
Mayoritas Punjabi (provinsi Punjab);


Sindhi (Sindh); Pashtun (NWFP); dan Balochi (Balochistan)
Mata Uang
:
Rupees, US$1 = Rs.82,- (Sept.2009)
Pendapatan Per Kapita
:
US$ 1024.- (Tahun Fiskal 2008)
Perekonomian
:
a. Sumber daya alam:


Cadangan gas alam relatif besar, minyak bumi dalam jumlah terbatas, batubara berkualitas rendah, besi, tembaga, garam dan batu gamping


b. Ekspor utama:


Tekstil (garmen, bed linen, pakaian dan benang), beras, kulit, produk olahraga, bahan kimia, produk menufaktur, karpet dan permadani


c. Impor utama:


Minyak bumi, produk minyak bumi, permesinan, plastik, peralatan transportasi, minyak nabati, produk kertas, besi, baja dan teh.


d. GDP: US$ 162,58 milyar (2009)


e. Laju inflasi: 17,2 % (April 2009)*


f. Pertumbuhan GDP: 2 % (2009)
Letak Geografis
Luas Wilayah
:
803.940 Km2 terdiri dari empat provinsi, yaitu:


Balochistan 347.190 km2, Punjab 205,344 km2, Sindh 140,914 km2, North West Frontier Province (NWFP) 74,521 km; serta Federally Administrated Tribal Area (FATA) 27,220 km2 dan ibukota federal Islamabad 906 km2
total wilayah darat: 778,720 km2
total wilayah laut: 25,220 km2
Letak wilayah
:
Terletak di wilayah Asia Selatan dengan perbatasan:


- Utara: Cina (Propinsi Xinjiang);
- Barat: Afghanistan dan Iran;
- Timur: India;
- Selatan: Laut Arab, dengan garis pantai sepanjang 1.046  Km



Koordinat Geografis
:
230.30’ - 360.45’ LU
610 - 750.30’ BT



Kota-kota besar
:
Lahore, Karachi, Faisalabad, Quetta, Peshawar, Rawalpindi, dan Multan
Iklim
:
Sub-tropis, max (Jacobabad 500C) di Sindh, dan minimum (Ziarat -70C) di Balochistan
Sejarah Singkat
Sejarah Pakistan diketahui berawal pada awal abad ke-17, ketika kelompok dagang British East Indian Company, Inggris mulai membangun kekuasaan di anak benua India yang saat itu berada di bawah kekuasaan Mongol.
Pada pertengahan abad ke-18, Inggris mulai melibatkan diri di bidang politik dengan melakukan penaklukan sistematis terhadap wilayah-wilayah sub-kontinen. Inggris memperluas pengaruhnya ketika Mongol melemah dan kaum Sikh mulai mengembangkan kekuatannya. Inggris mengalahkan kaum Sikh berturut-turut pada perang tahun 1845 dan 1849 dan berhasil menguasai wilayah Punjab dan North-West Frontier, yang kemudian dimantapkan dengan pembentukan perwakilan politik di Lahore.
Setelah Perang Kemerdekaan (juga dikenal sebagai revolusi/ pemberontakan Sepoy), dengan mengatas-namakan Ratu Victoria, Inggris memperluas kekuasaannya ke seluruh wilayah anak benua India. Pada tahun 1893 Inggris menciptakan Durand Laine yang memisahkan India dan Afghanistan serta memotong langsung wilayah suku Pathan.  Hunza dan perbatasan Cina  adalah daerah terakhir yang dicaplok Inggris pada tahun 1891.
Pada tahun 1857 Sir Syed Ahmed Khan (1817-1898) mendirikan gerakan Aligarh, dengan tujuan utamanya mempersatukan kaum muslim. Namun gerakan tersebut pada akhirnya bubar, dan Inggris kemudian berhasil  memperlemah dan menekan kaum muslim.
Tahun 1930 penyair dan filsuf besar Islam Dr. Muhammad Iqbal mengusulkan untuk membentuk negara terpisah di sub-kontinen yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Usul tersebut didukung oleh Muhammad Ali Jinnah (seorang pengacara berpendidikan Inggris) dan selanjutnya pada tahun 1947 Inggris akhirnya menyetujui pemisahan diri tersebut.
Setelah melalui proses perjuangan sulit, diputuskan bahwa negara berdasarkan Islam yang kemudian bernama Republik Islam Pakistan memperoleh wilayah bagian luar/ujung timur dan barat dimana mayoritas penduduknya beragama Islam, sedangkan wilayah bagian tengah menjadi negara India. Wilayah yang menjadi pangkal sengketa adalah Punjab karena masyarakatnya beragama Hindu, Islam dan Sikh. Pada saat kemerdekaan, diperkirakan 6 juta pengungsi Muslim dari Punjab menyeberang ke wilayah Pakistan, dan sekitar 4,5 juta pengungsi kaum Sikh dan Hindu berpindah ke wilayah India.
Kesulitan lain adalah di wilayah Jammu dan Kashmir, dimana Raja Kashmir yang beragama Hindu memilih untuk bergabung dengan India (dibawah tekanan Nehru), walaupun penduduknya sebagain besar beragama Islam. Hal tersebut  menyebabkan wilayah Kashmir terbagi dua pada tahun 1948. Sampai saat ini baik India maupun Pakistan masih saling mengklaim Kashmir sebagai bagian wilayahnya dan menjadi  ganjalan utama dalam hubungan bilateral kedua negara.
Jenjang Pendidikan di Pakistan
Secara umum jenjang pendidikan formal di Pakistan terbagi menjadi 2, yaitu: Pra-pendidikan tinggi, yang terdiri dari dua jenjang yaitu : Primary education/Pendidikan Dasar (merupakan pendidikan wajib), usia 5 sampai 15 tahun meliputi: Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Kedua, dan Secondary Education/Pendidikan Menengah, usia 15 sampai 17 tahun meliputi: Sekolah Menengah Teknis, Sekolah Menengah Tinggi; dan Pendidikan tinggi/Higher Education, dari usia 17 tahun dan seterusnya, meliputi: tingkat non-universitas, tingkat universitas.
Visualisasi grade pendidikan yang dimaksud adalah:
Pra-pendidikan tinggi, Jangka waktu wajib pendidikan: Usia masuk 5 tahun, usia keluar 15 tahun, meliputi:

Primary Education, terdiri dari jenjang:
a.         Primary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Dasar
Lama menyelesaikan program ini: 5 tahun, usia tingkatan dari: 5 sampai 10 tahun
b.        Middle School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Pertama
Lama menyelesaikan program ini: 3 tahun, usia tingkatan dari: 10 sampai 13 tahun
c.         Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Kedua
Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 13 sampai 15 tahun
Sertifikat / ijazah yang diberikan: Secondary School Certificate atau Matrikulasi

Secondary Education
Pendidikan sekunder dibagi menjadi tiga siklus: sekolah menengah tiga tahun, dua tahun sekunder dan dua tahun lebih tinggi sekunder. Pada penyelesaian siklus kedua, siswa mengambil Sertifikat Sekolah Menengah atau Matrikulasi Ujian. Murid kemudian dapat belajar lebih tinggi dua tahun, yang mengkhususkan diri dalam Sains atau Seni. Pada akhir periode ini, siswa mengikuti ujian untuk Intermediate Certificate atau Sertifikat Sekolah Menengah Tinggi. Sekolah menengah kejuruan menawarkan program studi yang mengarah pada Sertifikat Sekolah Menengah dalam mata pelajaran teknis.


Bagi yang ingin melanjutkan ke pendidikan kejuruan:
a.         Technical Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Teknis.
Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 15 sampai 17 tahun
Sertifikat / ijazah yang diberikan: Secondary School Certificate (dalam Subjek Teknis)

Bagi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dilanjutkan dengan:
a.         Higher Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Tinggi
Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 15 sampai 17 tahun
Sertifikat / ijazah yang diberikan: Sertifikat Intermediate Atau Sertifikat Sekolah Menengah Tinggi

Pendidikan Tinggi: (Higher Education)
Jenis-jenis lembaga pendidikan tinggi:
         University
         College /Perguruan tinggi
         Institute
Gelar Pendidikan tinggi:
         Secondary School Certificate
         Intermediate Certificate
         Bachelor Degree (Pass)
         Bachelor's Degree (Honours)
         Bachelor's Degree /Sarjana
         Master's Degree /Magister
         Master of Philosophy
         Doctor's Degree /Dokter Sarjana
         Doctor of Literature /Sastra, Doctor of Science, Doctor of Law/Dokter Hukum

Pendidikan Tinggi disediakan oleh universitas-universitas, universitas profesional, perguruan tinggi konstituen mereka, dan di sekolah berafiliasi dengan universitas. Universitas adalah organisasi otonom didirikan oleh parlemen pusat atau provinsi. Senat dan dewan akademik adalah badan-badan yang bertanggung jawab untuk masalah-masalah tentang studi.
Komisi Universitas berfungsi sebagai clearinghouse untuk pengembangan universitas; memberikan dukungan untuk keunggulan, pusat studi dan pusat studi wilayah Pakistan; mendukung penelitian dan program beasiswa penelitian, dan menyelenggarakan pre-service dan in-service pelatihan guru universitas.
Universitas pertama Pakistan untuk wanita adalah Fatima Jinnah Women's University, telah dibuka di Rawalpindi. Ia menawarkan program gelar di bidang Administrasi Bisnis, Ilmu Komputer, Ekonomi, Bahasa Inggris, Seni Rupa dan Studi Islam.
Tahapan studi:
a.         Non-universitas tingkat menengah studi pasca (teknis / jenis kejuruan):
Politeknik, teknis dan lembaga komersial menawarkan program pada tingkat Post-Secondary School Certificate. Mereka menyediakan program yang berlangsung antara satu dan tiga tahun yang mengarah pada Sertifikat dan Diploma.
b.        Universitas tahap pertama tingkat Sarjana:
Gelar Bachelor's Pass biasanya diperoleh setelah kursus dua tahun dan Gelar Honours setelah program tiga tahun di Seni, Sains dan Perdagangan. Tingkat pertama di Teknik mengambil empat tahun, dan lima tahun di Kedokteran.
c.         Universitas tahap kedua tingkat Magister, BEd, LLB:
Gelar Master memerlukan dua tahun studi setelah gelar Pass dan satu tahun setelah Gelar Honours. BEd memerlukan studi selama satu tahun di luar gelar Sarjana Seni atau Sains. LLB adalah kualifikasi pasca sarjana dan masuk ke program tiga tahun untuk Sarjana lainnya.
d.        Universitas tahap ketiga tingkat MPhil, PhD:
Master of Philosophy (MPhil) memerlukan dua tahun setelah Magister. PhD (Doktor of Philosophy) adalah gelar penelitian yang membutuhkan tiga tahun studi di luar Magister.
e.         Universitas tahap keempat tingkat Doktor Tinggi:
Gelar Doktor Sastra (DLitt), Doctor of Science (DSC) dan Doktor Hukum (LLD) diberikan setelah lima sampai tujuh tahun studi.
Pendidikan di Indonesia
Profil Negara Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk Republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2, pada 800 BB dan 1400 BT. Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas: Utara - Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan. Selatan - Negara Australia, Samudera Hindia. Barat - Samudera Hindia. Timur - Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik.
Indonesia adalah negara demokratis berasaskan keyakinan, bahwa satu lembaga politik harus menjamin adanya kebebasan dan persamaan, di samping menjujung tinggi kekuasaan hukum dan sistem perwakilan rakyat dalam parlemen. Maka tugas pokok negara dan pemerintahan di dalam demokrasi ialah: a) melindungi bangsa dan negara terhadap agresi dari luar dan pengrorongan dari dalam yang merusak kesatuan dan persatuan: b) Menegakkan kekuatan hukum dan menjamin keadilan, serta c) Melaksanakan segenap konvensi dan peraturan, agar tercapai ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan kesejateraan di dalam negeri, sebab hukum merupakan kekuatan pokok guna menegakkan ketertiban.
Maka membimbing rakyat itu harus diartikan sebagai mendidik semua warga mayarakat, anak, orang dewasa dan orang lanjut usia, supaya: bisa berkembang dengan bebas dan maksimal, dan mampu melakukan realisai-diri, bekerja dan hidup sejahtera.\
 Jenjang Pendidikan Formal di Indonesia
Menurut Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pada bab VI pasal 16 disebutkan bahwa jenjang pendidikan formal di Indonesia meliputi tiga jenjang, yaitu: pendidikan Dasar, pendidikan Menengah, dan pendidikan Tinggi.
a.         Pendidikan Dasar.
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pemerintah menetapkan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, dan setiap warga negara yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib mengikuti belajar pada jenjang pendidikan dasar tanpa dipungut biaya. Pendidikan dasar berbentuk: Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang Sederajat selama 6 tahun; dan sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat selama 3 tahun.
b.        Pendidikan Menengah.
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas: Pendidikan menengah umum, berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), atau bentuk lain yang sederajat; dan Pendidikan menengah kejuruan, berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat, selama 3 tahun.

 c.         Pendidikan Tinggi.
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma (2-4 tahun); sarjana (4 tahun atau lebih); magister, spesialis, dan doktor (2 tahun atau lebih); yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi dapat berbentuk: Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, atau Universitas. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan atau vokasi.








PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI IRAN DENGAN INDONESIA
Kurikulum di Indonesia dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.
Dalam makalah ini yang akan dibahas adalah standar isi yang berlangsung di negara Iran dan di Indonesia. Sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, salahsatu yang tercakup di dalam standar isi adalah Kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan,. Adapun Kerangka dasar kelompok mata pelajaran dan struktur kurikulum merupakan salahsatu hal pokok dalam menentukan kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa dalam rangka tercapainya tujuan pendidikan, oleh karena itu pemakalah berkeinginan membandingkan antara kerangka dasar kelompok mata pelajaran dan struktur kurikulum yang berlangsung di Iran dengan kerangka dasar kelompok mata pelajaran dan struktur kurikulum yang ada di Indonesia. Selain itu, keterbatasan informasi yang didapat dari Negara Iran, menyebabkan pemakalah membatasi pembahasan hanya pada kerangka dasar kelompok mata pelajaran saja.
Latar Belakang Pendidikan di Negara Iran
Iran adalah sebuah negara yang bergunung-gunung dan berdataran tinggi dengan luas kurang lebih 1.648.180 kilometer persegi yang terbentang dari Laut Kaspia dan Rusia di Utara sampai Teluk Persia di Selatan, dan dari Turki dan Irak di Barat sampai ke Afganistan dan Pakistan di Timur. Dengan demikian Iran menjadi jembatan darat yang sangat strategis antara Timur Tengah dan Asia. Iran kaya dengan barang tambang seperti tembaga, minyak gas bumi, dan batu bara. Ekspor minyak adalah sumber utama untuk mendapatkan mata uang asing. Perekonomian Iran tumbuh dengan pesat dalam dekade 70-an karena didukung oleh sumber dana dari penjualan minyak,  namun  karena kekurangan sumber daya manusia yang terampil dan profesiona,l akibatnya banyak teknisi asing yang diperkerjakan di Iran.
Iran berpenduduk kurang lebih 65.179.752 jiwa (World Almanac, 2000, dalam Syah Nur A., 2002) dan mencapai sekitar 75 juta jiwa pada tahun 2008 (Wikipedia), 60% adalah penduduk kota dengan distirbusi umur: di bawah 15 tahun 35,9% dan di atas 65 tahun 4,5%. Tingkat kemampuan baca tulis penduduk (literacy) pada tahun 1997 adalah 79% dan di atas 80% pada tahun 2008. Penduduk Iran terdiri dari etnis Persia (bahasa Resmi), bahasa Turki, bahasa Kurdi, dan bahasa Luri. Penduduk Iran beragama Islam dengan dua mazhab utama, yaitu Muslim Syi’ah (89%) dan Muslim Sunni (10%). Iran bertetangga dengan negara Turki dan Irak di sebelah Barat, dengan Armenia, Azerbaijan, dan Turkmenistan di sebelah Utara, dan dengan Afganistan dan Pakistan di sebelah Timur. Padang pasir yang sangat luas menutupi daerah Iran, tetapi cukup banyak juga oase dan hutan rimba. Sebagian besar penduduk mendiami Iran bagian Utara dan Timur Laut. Tiga kota besar Iran adalah: Teheran (ibu kota), Mashhad, dan Esfahan.
Sistem Pendidikan di Iran
Pendidikan di Iran sangat sentralisasi atau di bawah kendali Pemerintah Pusat dan dibagi dalam pendidikan K-12 dan Pendidikan  Tinggi. Pendidikan K-12 berada di bawah pengawasan Menteri Pendidikan, sedangkan Pendidikan Tinggi berada di bawah pengawasan Menteri Sains dan Teknologi. Rencana pengembangan/Renstra Pendidikan Iran yang berjangka lima tahun bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan di semua level, termasuk program pengembangan kurikulum pendidikan pada pelatihan vokasional (kejuruan), yaitu pelatihan dan pendidikan magang bagi peserta didik.
Sekolah Dasar (Dabestan) dimulai pada usia enam tahun dan berlangsung selama lima tahun. Sekolah Menengah Pertama (Rahnamayi) dimulai pada kelas enam sampai kelas delapan (tiga tahun). Sedangkan Sekolah Menengah Atas (Dabirestan) juga tiga tahun yang dibagi dalam bentuk teori dan  magang sesuai dengan jurusannya. Pendidikan Tinggi terbagi dalam sekolah tinggi pendidikan guru yang tidak menuntut tamatan pendidikan menengah sebagai persyaratan masuk, dan berbagai perguruan tinggi lain dan universitas.
Standar Isi
Dalam makalah ini dibahas standar isi sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, yang secara keseluruhan mencakup:
a.       Kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan,
b.      Beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah,
c.       Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi, dan
d.      Kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
 Standar Isi dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Adapun yang menjadi pokok bahasan pada standar isi ini adalah kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan di Negara Iran dan Indonesia.
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Nasional
Kerangka Dasar Kurikulum Nasional
Kelompok Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
i.                    kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
ii.                  kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
iii.                kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
iv.                kelompok mata pelajaran estetika;
v.                  kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.     Prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
i.                    Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
ii.                  Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
iii.                Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
iv.                Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
v.                  Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
vi.                Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
vii.              Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
i.                    Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
ii.                  Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
iii.                Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
iv.                Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
v.                  Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
vi.                Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
vii.              Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Struktur Kurikulum Pendidikan Umum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Nasional
Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:
i.        Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 1. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
ii.      Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
iii.    Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
iv.    Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
v.      Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama di Negara Iran
Pengidentifikasian kebutuhan pendidikan dasar dilakukan oleh Badan Koordinasi atas dasar rekomendasi panitia khusus. Panitia ini membuat saran-saran mengenai isi dan metodologi untuk tiap mata pelajaran pada setiap tingkat kelas. Tetapi badan koordinasi inilah yang akhirnya mengatur beban belajar dan mengalokasikan waktu untuk setiap mata pelajaran pada setiap level pendidikan. Hasil bahasan Badan Koordinasi dan panitia khusus dikirim kepada Dewan Tinggi Pendidikan untuk mendapat persetujuan akhir. Dewan ini menyampaikan rencana kepada penulis untuk dijadikan buku teks (textbook). Panitia daerah dan provinsi mengkaji atau mereviu buku teks ysng disusun para penulis dan melakukan revisi. Di tingkat perguruan tinggi para dosenlah yang menentukan isi mata kuliah, sedangkan di tingkat Sekolah Menengah gurulah yang berperan.
            Adapun kerangka dasar dan struktur kurikulum Sekolah Menengah Pertama di Iran secara garis besar disesuaikan dengan tujuan pendidikan Kementerian Pendidikan Republik Islam Iran, yaitu:

i.        Untuk pengembangan fisik; peserta didik harus belajar olahraga dan kesehatan. Perhatian terhadap kedua aspek ini telah dimulai sejak lama. Hal ini tampak pada mata pelajaran Military Service Preparation (khususnya siswa laki-laki) pada kelas 8, sedangkan pada siswa perempuan tidak diwajibkan.
ii.      Untuk pengembangan sosial; peserta didik harus belajar menghormati keluarga, masyarakat, dan kebebasan. Mereka harus memahami kehidupan sosial ekonomi, bersosialisasi dengan masyarakat dan bertahan hidup (survive). Konsep ini sudah terlihat sejak awal kedatangan Islam. Hal ini dituangkan dalam pelajaran social sciences.
iii.    Untuk pengembangan intelektual; peserta didik harus belajar berpikir melalui pengalaman mereka sendiri. Ini merupakan konsep yang datang dari Eropa. Mata pelajaran yang dikaitkan dengan hal tersebut di atas adalah mata pelajaran matematika dan sains (IPA), sejarah, geografi, dan Kejuruan.
iv.    Untuk pengembangan moral; peserta didik harus mengerti agama, kebudayaan dan peradaban, sehingga dengan demikian mereka mampu mengendalikan diri mereka sendiri. Konsep inilah yang menjadi salahsatu tujuan inti pendidikan Persia, karenanya mata pelajaran agama yang mencakup pendidikan agama, bahasa Arab, dan Al-qur’an mendapat perhatian cukup besar dalam pengalokasian waktu pelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama di Iran (lihat tabel 2).
v.      Untuk pengembangan estetika; peserta didik harus cinta pada budaya bangsa dan memperkuat kepribadiannya melalui seni dan bahasa nasional. Dalam hal ini tampak bahwa alokasi waktu untuk pelajaran bahasa Persia cukup besar.  Dari pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang berkembang di negara Iran lebih banyak dipengaruhi oleh agama Islam Syi’ah, dimana kurikulum pendidikan terdiri dari kitab suci Al-Qur’an, logika, bahasa Arab dan gramatika.
Poin-poin penting yang tercakup di dalan Standar Isi dari Standar Nasional Pendidikan adalah: Kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah, kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi, dan kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Namun yang menjadi pokok bahasan pemakalah adalah membandingkan kerangka dasar dan struktur kurikulum di Indonesia dengan Negara Iran. Dari data tersebut di atas dapat dilihat secara jelas bahwa kerangka dasar kelompok mata pelajaran di negara Iran dan Indonesia memiliki cukup banyak persamaan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh kesamaan memiliki penduduk Islam mayoritas.

2 komentar:

  1. tulisan yang menarik. mohon ijin untuk membaca dan mengambil inspirasi.

    BalasHapus
  2. sebenarnya bagus,,, tapi alangkah baiknya ada sumber refrerensinya

    BalasHapus